Kasus Pembunuhan
Kasus Pembunuhan Risma Terungkap Berkat Mimpi Sahabatnya yang Didatangi . . .
Pelaku Pembunuhan Risma Terungkap Berkat Mimpi Sahabatnya yang didatangi sosok korban minta tolong
TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS - Risma Sitinjak (30) ditemukan tewas membusuk di rumah kontrakannya yang baru ditempati selama dua bulan di RT 05/RW 05 Kelurahan Sukatani, Tapos, Depok.
Jasad ibu dua anak ini ditemukan pada Sabtu (11/8/2018) sekira pukul 21.30 WIB setelah kedua teman korban mendobrak pintu kontrakan.
Jasad Risma ditemukan pertama kali oleh kedua temannya.
TribunJakarta.com merangkum sejumlah informasi mengenai tewasnya Risma di rumah kontrakannya tersebut.
1. Pengakuan pemilik kontrakan
Risma ditemukan di kamarnya dengan mengenakan celana jin berwarna hitam, dan baju lengan panjang berwarna merah.
"Ditemukan pas Sabtu kemarin sama kedua temannya. Mereka mendobrak pintu kontrakan karena mencium bau busuk. Apalagi pintu kontrakannya dikunci," kata Yuyun Yunengsih (41), pemilik kontrakan di Tapos, Depok, Senin (13/8/2018).
Usai ditemukan, Hansip RT 05/RW05 Agus bergegas melaporkan kejadian kepada Ketua RT lalu diteruskan ke polisi.
"Pas ditemukan sudah dalam keadaan meninggal. Saya sih enggak lihat jasadnya, tapi katanya dalam keadaan rapi. Cuma jasadnya sudah membusuk, sudah bau," ujarnya.
Menurut Yuyun, Risma tewas dicekik oleh suaminya yang bekerja sebagai pengemudi ojek online.
Hal ini ia ketahui saat bertemu dengan Yeri (30) di tahanan Mapolresta Depok dan menanyakan alasan perbuatannya.
"Dia mengakunya sih dicekik. Itu saya tahunya dari pelaku sendiri yang sudah ditangkap polisi. Saya ketemu di tahanan," kata dia.
2. Terungkap Berkat Mimpi
Risma Sitinjak (30) ditemukan tewas dalam keadaan membusuk di kontrakannya Kampung Ciherang RT 05/RW05, Kelurahan Sukatani, Tapos, Depok.
Pemilik kontrakan Yuyun Yunengsih (41) menuturkan kasus pembunuhan yang dilakukan suami Risma, Zeri terungkap berkat mimpi seorang teman perempuan korban.
"Jadi ada teman perempuannya yang dimimpiin. Ibaratnya korban minta tolong jenazahnya ditemuin. Nah si teman perempuannya ini ngabarin ke dua teman pria yang juga kenal sama korban. Mereka datang ke kontrakan pas Sabtu (11/8/2018)," kata Yuyun di Tapos, Depok, Senin (13/8/2018).
3. Jasad Korban Menghitam
Saat kedua teman korban tiba di kontrakan, pintu pagar kediaman ibu dua anak ini dalam keadaan digembok.
Sehingga kedua teman korban masuk ke teras dengan cara memanjat pagar.
Setelah mendobrak pintu, kedua teman Risma kaget karena menemukan jasad temannya sudah membengkak dan menghitam.
Arga, seorang teman yang mendobrak pintu lalu berlari ke pos ronda yang terletak sekira 10 meter dari lokasi kejadian.
"Si Arga ini lari sambil teriak 'Ada mayat, ada mayat!' ke pos ronda. Karena dia teriak seperti itu langsung langsung saya tanya di mana mayatnya. Habis itu dia bilang di kontrakannya bu Risma," ujar Hansip RT 05/RW 05 Kelurahan Sukatani, Agus.
Melihat jasad Risma, warga sekitar bergegas menghubungi pihak kepolisian yang tiba sekira 22.30 WIB.
Saat polisi tiba, dengan lantang Arga meminta polisi menangkap suami korban yang bernama Jery (28).
"Si Arga ini langsung minta polisi tangkap suaminya. Kata dia sih pelaku pembunuhannya pasti suaminya. Pokoknya dia yakin banget si Jery itu pelakunya," lanjutnya.
Menurut Yuyun dan suaminya Marsono (56), polisi telah berhasil menangkap Jery dan kini sudah mendekam di ruang tahanan Mapolresta Depok.
Hal ini ia ketahui saat bertemu dengan Jery yang sudah dalam keadaan rambutnya sudah diplontosi.
"Pelakunya sudah ketangkap kok. Tadi saya sama suami saya kan dipanggil ke Polres Depok. Nah di situ ketemu pelaku. Dia mengakui kalau dia yang membunuh istrinya," jelas Yuyun.
TribunJakarta.com sempat mengkonfirmasi kebenaran pernyataannya Yuyun dan Marsono kepada Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro.
Namun hingga berita ditulis, upaya konfirmasi yang dilakukan tidak membuahkan hasil.
4. Suami Korban Menangis
Risma (30) ditemukan tewas dalam kamar kontrakannya di Kampung Ciherang RT 05/RW05, Kelurahan Sukatani, Tapos, Depok pada Sabtu (11/8/2018).
Pemilik kontrakan, Yuyun Yunengsih (41) menuturkan ibu dua anak dibunuh suaminya, Zeri (30) dengan cara dicekik.
Hal ini Yuyun dan suaminya, Marsono (46) ketahui saat bertemu dengan pelaku di tahanan Mapolresta Depok.
"Dia mengaku kalau dia yang membunuh istrinya, mengakunya sih dicekik. Dia mengaku sambil menangis. Enggak nangis kejer sih, tapi matanya merah dan keluar air mata," kata Yuyun di Tapos, Depok, Senin (13/8/2018).
5. Suami Korban Mengaku Cemburu
Mendengar pengakuan Zeri, Yuyun kembali menanyakan alasan ia membunuh istrinya.
Ia heran dan marah karena meski sudah memiliki buah hati, Zeri tetap tega menghabisi nyawa Risma.
"Dia bilang alasannya karena cemburu dan sering ditipu. Saya juga kesal sama dia, makannya saya tanya. Kata dia sih sudah enggak bisa dibicarakan lagi, makanya dia tega membunuh," ujarnya.
Dari keterangan polisi, Yuyun dan Marsono mengetahui kalau Zeri ditangkap di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Menurut Hansip RT 05/RW 05 Agus, Zeri memang pernah mengaku kalau dia berasal dari Gunung Putri.
"Dulu memang dia pernah bilang kalau asalnya dari Gunung Putri. Cuman saya enggak tahu persisnya karena jarang ngobrol. Dia jarang pulang karena narik ojek, tapi dalam arti benar ya. Bukan jarang pulang terus dia mabok," tutur Zeri.
TribunJakarta.com sempat mengkonfirmasi kebenaran pernyataannya Yuyun dan Marsono kepada Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro.
Namun hingga berita ditulis, upaya konfirmasi yang dilakukan tidak membuahkan hasil.
Sebagai informasi, jasad Risna ditemukan oleh kedua teman prianya yang mendobrak pintu kontrakan korban yang terkunci.
Arga, seorang teman korban mengaku ia datang ke kediaman Risna setelah seorang sahabat perempuan korban mendapat mimpi.
Dalam mimpi itu, Risna seolah meminta agar jasadnya segera ditemukan dan dikebumikan dengan layak.
6. Perilaku Suami Korban
Risma ternyata ditemukan tergeletak tak bernyawa.
Hasil pemeriksaan identifikasi dan autopsi Rumah Sakit Polri, Risma diduga telah meninggal dunia sejak tiga hari lalu.
Menurut pemilik warung di dekat kontrakan tersebut, Risma selama ini tinggal bersama suaminya.
"Risma tinggal sama suaminya, biasa keluar buat beli rokok doang, enggak pernah ngobrol saya jadi enggak terlalu kenal," katanya.
Sementara itu, menurut keterangan Yuyun selaku pemilik kontrakan, korban dan suaminya baru dua bulan tinggal di kontrakan tersebut.
Menurut Yuyun, korban dan suaminya sering bertengkar.
"Korban masih baru, ketemu dua kali itu juga waktu dia bayar kontrakan doang. Kata warga sekitar sih dia sering cek cok sama suaminya," jelasnya. (TribunJakarta.com/Bima Putra/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kediaman-risma-yang-kini-digaris-polisi_20180814_003710.jpg)