Kasus Asusila

Guru Terlapor Dugaan Pelecehan Seksual Diperiksa Polisi, Status masih Saksi

Guru Terlapor Dugaan Pelecehan Seksual Diperiksa Polisi. Statusnya masih sebagai saksi. Polisi mendalami kasus ini

Guru Terlapor Dugaan Pelecehan Seksual Diperiksa Polisi, Status masih Saksi
Net
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sejak Sabtu (1/9/2018), Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Semarang menindaklanjuti laporan sekaligus pengaduan orangtua siswa kelas VI SD swasta di Ungaran terhadap dugaan tindak pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru agama di sekolah tersebut.

“Langkah yang sedang kami lakukan saat ini adalah mengumpulkan berbagai keterangan dari berbagai pihak. Termasuk juga terlapor dalam hal ini adalah oknum guru tersebut sudah kami panggil dan mintai keterangan," kata Kasat Reskrim Polres Semarang AKP David Widya Dwi Hapsoro.

Kepada Tribunjateng.com, Senin (3/9/2018), AKP David mengurai, saat mendengar ada dugaan tindak pelecehan seksual itu pihaknya mencoba untuk lakukan jemput bola yakni mendatangi sekolah serta menemui pihak keluarga korban.

“Dari situ, kami sarankan mereka untuk membuat laporan tertulis untuk dapat segera pula kami tindaklanjuti maupun ambil langkah secara pastinya. Pihak keluarga atau orangtua korban dugaan pelecehan seksual itu kemudian datang ke Unit PPA Satreskrim Polres Semarang pada Sabtu (1/9/2018),” tuturnya.

Melalui laporan itu, lanjutnya, pihak Unit PPA Satreskrim Polres Semarang kemudian memanggil untuk dimintai keterangan serta pemeriksaan terhadap oknum guru terduga tindak pelecehan seksual terhadap ketiga anak didiknya itu pada Sabtu (1/9/2018).

“Saat ini baru sebatas saksi. Karena kami masih harus kumpulkan keterangan dari berbagai pihak maupun bukti penguat. Ketika itu semua sudah kami lakukan nantinya akan dikembangkan. Misal dari saksi menjadi tersangka dan lainnya,” ucap AKP David.

Berkait jumlah korban dugaan tindak pelecehan seksual di sekolah swasta tersebut, terangnya, sejauh ini baru sebatas 3 orang. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan bisa bertambah. Tetapi pihak yang melapor kepadanya untuk sementara ini masih ada 1 orang melalui orangtuanya.

“Itu yang sedang kami gali dan kembangkan. Termasuk juga tim saat ini masih bergerak untuk meminta keterangan terhadap 2 korban lainnya yang disebut-sebut juga sebagai korban atas tindakan oknum guru tersebut,” bebernya.

Sesuai yang pernah diberitakan Tribunjateng.com pada Jumat (31/8/2018), 2 dari 3 orangtua anak didik kelas VI SD swasta di Ungaran Kabupaten Semarang mendatangi sekolah yang berada di Jalan Gatot Subroto Nomor 104B Ungaran Barat Kabupaten Semarang.

Mereka marah terhadap tindakan seorang guru berinisial MSL yang diduga kuat telah melakukan tindakan tidak terpuji terhadap anak-anaknya sejak mereka duduk di kelas V. Tindakan itu baru diketahui orangtua mereka di saat anak-anak mereka enggan ikut serta kegiatan kemah yang dilaksanakan pada Jumat (31/8/2018). (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved