Success Story
KISAH SUKSES Choirul Ichsan Bangun Usaha di Beberapa Bidang Berbeda
KISAH SUKSES Choirul Ichsan Bangun Usaha di Beberapa Bidang Berbeda. Apa yang mendorong Anda membuka wirausaha?
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menjalankan usaha di beberapa bidang yang berbeda menjadi tantangan bagi H Choirul Ichsan, dalam mengelolanya. Pemilik usaha kemasan Multi Cipta dan Direktur Utama PT Paramitra Medika Abadi ini mengedepankan perluasan jaringan interaksi untuk bisa mengembangkan bisnis. Berikut wawancara wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika, baru-baru ini.
Apa yang mendorong Anda membuka wirausaha?
Awal saya membuka usaha karena nasehat dari orangtua yang menganjurkan untuk kembali ke Semarang. Sebelumnya saya sempat bekerja di luar kota dan dengan keyakinan akhirnya saya menuruti anjuran orangtua. Sekitar dua minggu setelah saya kembali ke Semarang terjadi krisis moneter, tepatnya pada 1997 dan membuka usaha pertama di bidang percetakan seperti sablon, cetak kertas, plastik, kardus, dan masih banyak lagi. Selain itu hobi saya yang suka memanfaatkan barang yang memiliki nilai untuk suvenir dan packaging. Dengan dibantu istri di bagian menghias, saya lalu memberanikan diri membuka toko bernama Multi Cipta.
Bagaimana perjalanan usaha hingga menjadi sebesar ini?
Usaha Multi Cipta ini karena sifatnya dari awal memberi perlengkapan, seperti suvenir pernikahan, serah terima jabatan, dan untuk melengkapi usaha, akhirnya berkembang menambah souvenir haji. Setelah itu saya mulai berpikir untuk membuka beberapa cabang Multi Cipta di Semarang. Tidak berhenti di situ, saya juga mulai mengembangkan usaha lagi di bidang jasa keuangan. Saya memilih usaha koperasi simpan pinjam yang diberi nama Artha Cipta Mandiri.
Seiring berjalannya waktu karena usia saya sudah mulai memasuki 50 tahun, memiliki pola pikir bagaimana hidup sehat dan mulai dari situ memiliki ide membuka usaha Laboratorium Klinik dengan nama Paramitra Medika (PT Paramitra Medika Abadi).
Bagaimana modal awal saat membuka usaha ?
Saat merintis usaha percetakan sablon pada tahun 1997 itu bermodal Rp 15 juta. Lalu, berkembang dan mendapat modal usaha lagi dari perbankan sebanyak Rp 50 juta. Dengan usaha, tekad, niat, dukungan, doa dari orangtua dan istri, usaha tersebut bertahan hingga saat ini.
Apa yang Anda lakukan supaya usaha yang dirintis bertahan?
Cara saya untuk mempertahankan usaha dari awal sampai sekarang yaitu pertama adalah harus memiliki jaringan. Hal ini sangat penting, karena waktu saya di Jakarta memiliki banyak kenalan, seperti pejabat dan lain-lain. Di situlah saya berpikir setelah pulang ke Semarang apa yang akan saya kerjakan selain membuka usaha, akhirnya mencari organisasi dan bergabung membuat jaringan saya semakin bertambah. Selain memperluas jaringan, tetap senantiasa berdoa kepada Tuhan.
Bagaimana agar usaha yang dijalankan mendapat respons positif dari konsumen?
Melihat pola hidup masyarakat sekarang yang suka makan sembarangan, kurang memperhatikan kesehatan, berkaitan dengan usaha saya yaitu Klinik Laboratorium Paramitra Medika cukup menarik dan cocok. Karena bagi masyarakat yang istilahnya cerdas dan menghargai hidup sehat pasti akan melakukan kontrol secara rutin dan saya melihat peluang usaha di sini.
Bagaimana strategi pemasaran yang efektif menjangkau konsumen?
Bagi saya sangat perlu, seperti memperluas jaringan, promosi di media karena untuk pengenalan kepada masyarakat. Dulu saya memanfaatkan di antaranya acara talk show, pameran, media cetak, online, radio, dan lain-lain. Hal ini dilakukan dalam rangka strategi untuk memasarkan dan memperkenalkan usaha yang saya kelola.
Pernah mengalami komplain tidak, bagaimana mengatasinya?
Semua jenis usaha pasti pernah mengalami permasalahan dengan konsumen, tapi kembali lagi bagaimana cara mensiasati supaya konsumen, tetap menjaga kepuasan terhadap produk kita. Sedangkan cara yang saya lakukan ketika ada komplain yaitu melakukan pendekatan, komunikasi dengan konsumen. Sebisa mungkin menyelesaikan kesalahan-kesalahan apa yang ada di produk tersebut dan memberikan pelayanan terbaik.
Kendala apa saja yang dihadapi selama membuka usaha?
Kendala dari awal sampai sekarang tentu banyak, tapi usaha harus tetap ditekuni. Jangan sampai kita membuka usaha, namun turun atau gagal bersamaan. Kendala selama ini lebih ke masalah internal, seperti keuangan hingga disiplin kerja. Cara mengatasinya, pertama tekun, lalu sering berkomunikasi dengan karyawan.
Jangan sampai komunikasi antara pengusaha dan karyawan lepas, karena kunci utamanya di situ supaya terjalin rasa saling pengertian. Sebagai karyawan, bekerja dengan semangat dan baik, sebagai pengusaha dalam mengelola dengan tenang otomatis perusahaan itu akan sehat dan berjalan dengan lancar. (tribunjateng/Desta Leila Kartika/cetak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kisah-sukses-choirul-ichsan-bangun-usaha-di-beberapa-bidang-berbeda_20180903_122726.jpg)