Sudah 1,5 Tahun Jalan Aspal di Asinan Putus Hingga Kini Belum Dibangun
Putusnya jalan di Dusun Karangnangka Desa Asinan Kalibening Banjarnegara membuat warga menderita berkepanjangan.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG COM, BANJARNEGARA - Putusnya jalan akses di Dusun Karangnangka Desa Asinan Kecamatan Kalibening Banjarnegara membuat warga menderita berkepanjangan.
Bagaimana tidak, sejak jalan itu putus satu setengah tahun lalu, April 2017, hingga sekarang belum juga dibangun. Jalan beton berlapis aspal di Dusun Karangnangka itu ambrol karena tanah penyangganya ambles atau longsor.
Padahal jalan itu sebagai akses lintas kecamatan yang menghubungkan Kecamatan Pandanarum, Kalibening, dan Banjarmangu.
Jalan kabupaten itu juga menjadi jalur alternatif penghubung dua kabupaten, Pekalongan dan Banjarnegara, via Kalibening.
"Arus lalu lintas terpaksa dialihkan melalui jalur Desa Kalibombong. Jarak tempuh jadi lebih panjang serta medan jalan lebih curam," kata Misno Haryono, Kadus Karangnangka Desa Asinan Kalibening, Kamis (6/9)
Warga bahu membahu membuat jalan darurat dengan memanfaatkan sisa bahu jalan yang selamat dari longsor.
Melalui jalan darurat itu, akses kembali tersambung.
Pengendara kembali bisa melintasi jalan tersebut meski harus ekstra hati-hati. Sebab, jalan darurat itu langsung berhadapan dengan jurang yang curam.
Sedikit saja terjadi kesalahan bisa berakibat fatal.
Tetapi jalan darurat ini hanya kuat dilalui sepeda motor dan mobil bukan muatan. Kendaraan besar atau mobil bermuatan barang dilarang melintasi jalan itu lantaran berisiko bahaya.
"Kalau mobil muatan gak bisa lewat situ. Gak kuat jalannya,"katanya
Mobil bermuatan lebih terpaksa dialihkan melalui Semingkir-Desa Kalibombong. Untuk melalui jalur alternatif itu, pengendara harus memutar sejauh 3 kilometer dengan waktu tempuh lebih lama. Medan jalan itu juga lebih curam dengan kualitas jalan yang masih buruk.
Kondisi ini tentu merugikan masyarakat. Pasalnya, mereka yang bermatapencaharian petani bergantung dari hasil panen untuk menyambung ekonomi.
Hasil bumi semisal salak seringkali jatuh karena akses jalan utama putus. Tengkulak tak mau tahu perihal kondisi jalan itu. Kerugian karena akses transportasi susah ditimpakan seluruhnya ke petani.
Salak petani dihargai lebih murah sebagai ganti ongkos transportasi yang mahal karena harus melalui rute lebih jauh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jalan-putus-di-kalibening-belum-diperbaiki_20180906_122312.jpg)