Bupati Karanganyar Siap Biayai Jika Ada Anak yang Ingin Sekolah Dalang
Saat berikan sambutan dalam acara tersebut, Bupati Karanganyar, juga ungkapkan rasa bangganya pada dalang-dalang cilik.
Penulis: Yasmine Aulia | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yasmine Aulia
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Empat dalang cilik ini guncang panggung pada malam tasyakuran bersih Dusun Jambewangi, Desa Taman Sari, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sabtu (8/9/2018) malam.
Empat dalang cilik, yaitu Agung, Febri, Royan dan Yusmo, binaan Padepokan Seni Sarotama, Ngringo, Jaten, Karanganyar ini tampilkan empat cerita pewayangan.
Saat berikan sambutan dalam acara tersebut, Bupati Karanganyar, juga ungkapkan rasa bangganya pada dalang-dalang cilik.
"Yang membuat rukun negeri ini adalah budaya, salah satu contoh budaya ini ya dari wayang," ujarnya.
Menurut Juliyatmonono, latihan dalang menjadi salah satu cara untuk pelestarian budaya.
"Namun, kebudayaan itu sesungguhnya melalui kehidupan sehari-hari, mulai dari bahasa dan kebiasaan," imbuhnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar pun mendukung apabila ada anak yang berminat mengembangkan dirinya sebagai pendalang.
Bahkan ia siap mendukung secara materi apabila orangtua anak tersebut tidak mampu membiayai untuk sekolah dalang.
"Sebab Karanganyar ini terkenal juga sebagai pencetak dalang-dalang kondang, mulai dari dalang cilik, hingga dalang tua yang tua, ada semua dari Karanganyar," ujarnya.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, pun berpesan pada para masyarakat yang hadir dalam acara tersebut untuk selalu melestarikan dan bangga terhadap budaya asli yang kita miliki. (jje)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/aksi-dalang-cilik-dalam-tasyakuran-bersih-dusun-jambewangi-desa-taman-sari-kecamatan-kerjo_20180908_233131.jpg)