Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Indahnya Karimunjawa, Pelaku Pariwisata Harus Lebih Profesional

Bahkan para pelaku yang sudah menggeluti wisata itu diminta urun rembuk terkait langkah optimasi pengelolaan Karimunjawa.

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah | Editor: m nur huda
Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah
Snorkling di salah satu spot andalan di Kepulauan Karimunjawa 

Peserta 'Live In Karimunjawa' beruntung, dapat menikmati dua pemandangan laut dengan karakteristik yang berbeda.

"Di Karang Bintang, unggul dengan ikan hiasnya yang banyak dan beragam. Sedangkan Gosong Cemara, memiliki pemandangan yang apik dalam terumbu karang," tambahnya.

Begitu pula dengan eksplore wisata darat, yang sehari sebelumnya para peserta dapat menikmati cerah di Hutan Mangrove atau Tracking Mangrove dan sunset di Bukit Love.

Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia, Djohari Somad, memuji Karimunjawa sebagai second layernya Raja Ampat.

Menurutnya, para wisatawan yang ingin berwisata dengan budget lebih hemat dan tidak terlalu jauh, maka Karimunjawa menjadi alternatif karena menawarkan hal yang tidak kalah indah.

Meski begitu, dirinya menjelaskan bahwa potensi yang luar biasa tersebut harus diimbangi dengan pelayanan pelaku dan pengelola wisata yang profesional.

"Progress pengelolaan Karimunjawa terbilang sangat lambat dibandingkan dengan lokasi wisata lain, contohnya Belitung," ujarnya.

Belitung dinilainya sangat cepat, saat ini brand dari daerah yang populer karena film 'Laskar Pelangi' tersebut sudah sangat kuat di wisatawan asing.

Sedikit berbeda dengan nama Karimunjawa yang padahal mulai dikenal lebih awal, yakni dari tahun 90 an.

"Kesiapan masyarakat sebagai tuan rumah harus bagus dan profesional agar wisatawan merasa ingin kembali ke Karimunjawa," paparnya.

Langkah awal dapat dilihat dari ketertiban masyarakat yang berpengaruh terhadap keamanan dan kenyamanan wisatawan.

"Kalau tidak ada progress, wisatawan juga akan jenuh," lanjutnya.

Hal tersebut juga diamini oleh Ketua Malang Travel Community (MTC), Samsul Mu'arif, juga pemilik Wahana Tour.

Dirinya menjelaskan bahwa pelayanan pariwisata haruslah komplit.

"Termasuk performa dari pemandu wisata, yang merupakan ujung tombak dari pariwisata. Contohnya melakukan salam sapa dan memakai baju formal," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved