Cici Gadis Cantik Ini Jadi Wisudawati Terbaik Universitas Ngudi Waluyo

Cici Retno Pradini, S.Farm dari Program Studi Farmasi S1 berhasil menjadi Wisudawati terbaik Universitas Ngudi Waluyo

Cici Gadis Cantik Ini Jadi Wisudawati Terbaik Universitas Ngudi Waluyo
tribunjateng/alaqsha gilang
Cici Retno Pradini, S.Farm dari Program Studi Farmasi S1 berhasil menjadi Wisudawati terbaik Universitas Ngudi Waluyo pada wisuda di Gedung Aula Kodam IV Diponegoro, Ungaran, Kamis (13/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Cici Retno Pradini, S.Farm dari Program Studi Farmasi S1 berhasil menjadi Wisudawati terbaik Universitas Ngudi Waluyo pada wisuda di Gedung Aula Kodam IV Diponegoro, Ungaran, Kamis (13/9/2018).

Wisudawati asal NTB ini lulus dengan IPK 3,78 dalam jangka waktu 8 semester.

Awalnya, dia tidak menyangka bisa menjadi wisudawati terbaik. Dia mengira wisudawan terbaik hanya dilihat dari IPKnya saja tetapi ternyata juga dinilai dari keaktifan berorganisasi.

Wisudawati kelahiran Tabanan Bali, 1 Agustus 1996 mengaku saat kuliah mengikuti organisasi sebagai Ketua Himafarsi (Himpunan Mahasiswa Farmasi) UNW periode 2016/2017, Wakil ketua II Himafarsi UNW 2015 dan Anggota Divisi Eksternal Himafarsi UNW 2015.

Kemudian, dia juga pernah menjadi Koordinator Fakultas Ilmu Kesehatan Maba 2017 dan Bendahara 1 Masa Orientasi Kampus 2016.

Cici sapaan akrabnya pandai membagi waktu antara kuliah dan organisasi. Dia tidak pernah ketinggalan pelajaran kuliah walaupun dia mengikuti organisasi.

Dia mengambil judul skripsi Pengaruh Pemberian Informasi Obat dengan Media Video Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Di Puskesmas Bergas.

"Hipertensi merupakan suatu penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat, namun sebagian besar pasien hipertensi masih belum mengetahui bahwa pengobatan hipertensi harus rutin dilakukan," ungkapnya saat ditemui di ruang istirahat gedung Aula Kodam IV Diponegoro, Kamis (13/9/2018).

Menurutnya, hal tersebut berhubungan dengan kepatuhan pasien hipertensi, maka dalam penelitian ini peneliti ingin meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi dengan menggunakan media video.

"Sebenarnya, segala usia bisa terkena penyakit hipertensi. Tetapi, usia yang rawan terkena hipertensi 45 tahun keatas karena semakin bertambahnya usia fungsi organ semakin menurun," ujar putri pasangan Marsana dan Irah itu.

Dia menambahkan, jika berdasarkan jenis kelamin, berdasarkan penelitiannya yang paling rawan adalah wanita karena wanita mempunyai hormon estrogen.

"Jika wanita tersebut masuk dalam masa menopause menyebabkan kadar estrogen berkurang. Kadar estrogen berfungsi mencegah terjadinya aterosklerosis sehingga pembuluh darah menyempit dan menyebabkan hipertensi," beber anak kedua dari tiga bersaudara itu.

Cici menjelaskan, seseorang terkena hipertensi jika tensinya lebih dari sama dengan 140/90 mmHg. Tensi manusia normal 120/80 mmHg sedangkan jika tensi kurang 120/80 mmHg akan terkena Hipotensi.

"Pencegahan bisa dilakukan dengan mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, protein (ikan, telur) dan air putih. Kemudian berolahraga, menghindari stress, tidak mengkonsumsi alkohol dan merokok." ujar Wisudawati 22 tahun itu. (*)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved