Breaking News
Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Karanganyar Bakal Gelar Hari Pemungutan Sampah Dunia (World Clean Up)

World Clean Up, Bupati Karanganyar Juliyatmono menggelar Jumpa Pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Tayang:
Penulis: Yasmine Aulia | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat jumpa pers World Clean Up Day di kediaman rumah dinas Bupati Karanganyar. Kamis (13/9/18). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Terkait dengan adanya kegiatan Hari Pemungutan Sampah Dunia (World Clean Up) yang akan dilaksanakan pada Sabtu (15/9/18), Bupati Karanganyar Juliyatmono menggelar Jumpa Pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (13/9/2018) siang.

Jumpa media juga dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan hidup dan Kepala Disparpora. 

Pemerintah akan bersinergi dengan Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian Olahraga dan Komunitas World Clean Up untuk menjembatani dan mengambil peran bagian untuk kegiatan memungut sampah.

Dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Karanganyar yang ditargetkan oleh Provinsi 150 ribu orang untuk mengikuti kegiatan hari memungut sampah dunia, namun Bupati Karanganyar Juliyatmono menjelaskan akan menggerakkan lebih dari 200 ribu orang.

Mulai dari kalangan pelajar TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, karyawan kantor dan pabrik, ormas, pemuda, PKK serta pramuka dan berbagai elemen masyarakat lainnya ikut menjadi bagian dari relawan di tempat masing-masing.

Pentingnya menanggulangi sampah supaya masyarakat bisa mau untuk membuang sampah pada tempatnya dan bisa memanfaatkan sampah mengolahnya menjadi pupuk kompos.

Secara Umum prosesi akan dilaksanakan di Matesih tepatnya di UPT DPU PR. Dipilihnya Kecamatan Matesih supaya sungai Kota di sekitaran sungai samin menjadi bersih dari sampah, karena sungai menjadi pelarian sampah dengan gerakan menyadarkan wilayah itu bersih dari sampah.

Bupati Juliyatmono berharap konsepnya selesai dengan dibarengi adanya pelatihan dengan alat yang sudah disiapkan yaitu mesin pencacah sampah yang dibuat dari salah satu SMK yang berada di Colomadu agar bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat selain menjadi pupuk organik bisa juga menjadi batako.

Selain itu juga telah ada Perda dan Perbub yang mengatur larangan membuang sampah di sembarang tempat, bahkan juga ada sanksi yang ditetapkan bagi para pelanggar.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved