Temohan, Tradisi Saweran yang Masih Dijaga Masyarakat Sunda-Jawa di Brebes
Masyarakat pantura yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat atau Sunda-Jawa di Brebes masih menjaga tradisi nenek moyang mereka
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
"Tapi dalam perkembangannya, sekarang uang dimasukkan ke dalam amplop," terangnya.
Tidak hanya pada pesta pernikahan, temohan juga ada pada pertunjukan tari sintren. Ada beberapa baian dalam pertunjukan Tari Sintren, yakni paripurna, balangan, dan temohan.
Pada bagian temohan, penari sintren akan mendekati penonton dengan membawa nampan atau wadah untuk meminta tanda terimakasih berupa uang.
Sejarawan pantura, Wijanarto, menjelaskan temohan tidak hanya ditemui dalam satu acara atau kegiatan, semisal hanya pada pernikahan.
"Dalam berbagai hajatan, semisal sedakah bumi, barikan, temohan juga dapat ditemui. Seperti dalam tradisi Ngasa di kampung adat Jalawastu Brebes, di sana warganya bersama- sama menyediakan makanan untuk dimakan bersama, itu termasuk tradisi temohan," jelasnya.
Inti dari tradisi tersebut, kata dia, yakni kebersamaan dan identitas keguyuban antarmasyarakat.
"Temohan dapat diimplementasikan dalam berbagai acara kebudayaan. Yang intinya sama, mengingatkan kepada masyarakat arti kolegalitas, kebersamaan, keguyuban di tengah masyarakat individual seperti saat ini," ucapnya.
Menurutnya, tradisi temohan masuk dalam inventarisasi objek kemajuan kebudayaan di Kementerian Pendidikan. Hal itu lantaran, sudah mulai hilang di dalam masyarakat.
Terpisah, budayawan pantura, Atmo Tan Sidik, menuturkan nilai yang tertuang dalam tradisi temohan yakni saling membantu agar mencapai yang diinginkan warga.
"Semacam sambatan atau sinoman bantu membantu antar masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu, biasanya tujuan yang harus dipenuhi dengan dana banyak," kata Atmo.
Menurutnya, temohan berasal dari kata temu atau saling bertemu untuk memecahkan masalah, termasuk dalam hal keuangan.
Dalam prosesi pernikahan, temohan dimaksudkan untuk membantu finansial kedua mempelai untuk mengharungi bahtera rumah tangga.
Temohan, kata dia, merupakan tradisi asli pedesaan di pantura. Masyarakat di pesisir utara yang dikenal mlastar atau merakyat dan watak sosialnya tinggi, tradisi itu masih dilakukan, terutama saat ada saudara atau rekan mau hajatan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kedua-mempelai-sedang-melakukan-tradisi-temohan_20180913_145133.jpg)