Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Komitmen Hendi Wujudkan 'Kota Semua untuk Semua' di Semarang

Membuat beberapa negara dan kota mencemaskan hal tersebut termasuk Kota Semarang yang di pimpin Wali Kota Hendrar Prihadi.

Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Membuat beberapa negara dan kota mencemaskan hal tersebut termasuk Kota Semarang yang di pimpin Wali Kota Hendrar Prihadi. 

Selama era kepemimpinan Hendi, Kota Semarang dalam data BPS mampu melakukan penurunan angka kemiskinan sempurna (tanpa fluktuasi) dari tahun 2013 sebesar 5,25% menjadi 4,62% di tahun 2017.

Bahkan index keparahan kemiskinan di Kota Semarang tercatat sangat kecil di angka 0,12% yang menggambarkan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin dan kaya semakin kecil.

“Kita lihat beberapa catatat di tahun ini contohnya untuk meyakinkan, pertama kalinya dalam sejarah bahwa pada saat Bulan Ramadhan, inflasi di Kota Semarang justru turun, dan harga-harga juga stabil, ini membuktikan bagaimana kokoh dan kuatnya ekonomi kita saat ini. Jadi mari tingkatkan optimisme agar dapat semakin saling menguatkan,” ajaknya. 

Apa yang disebutkan Hendi merujuk pada catatan Badan Pusat Statistik yang menunjukkan tingkat inflasi di Kota Semarang saat Ramadhan tahun ini pada bulan Mei 2018 berhasil ada pada angka -(minus)0,09%.

Padahal dua tahun sebelumnya saat Ramadhan berlangsung di bulan Juni 2016, inflasi Kota Semarang tercatat amat tinggi pada angka 1,05%. Dan juga di tahun 2017, inflasi di Kota Semarang tercatat juga masih tinggi sebesar 0,37%.

Dengan nilai inflasi di bawah 0% itulah tren harga-harga pasaran di Kota Semarang untuk pertama kalinya dalam sejarah dapat mengalami penurunan positif.

“Kita bicaranya data saja, kalau dikatakan ada orang yang punya usaha lalu gagal, atau bahkan juga ada masyarakat miskin yang masih susah hidupnya ya pasti ada. Angka kemiskinan sebesar 4,62% bukan jumlah yang sedikit saya akui. Tapi kalau bicaranya ‘semakin banyak’ atau ‘bertambah’ ya tunggu dulu, karena datanya toh tidak begitu dan optimisme harus dibangun,” terang Hendi.

“Insya Allah kekhawatiran tentang adanya gejolak ekonomi di Indonesia, khususnya Kota Semarang dalam kondisi perlambat ekonomi global ini tidak akan terjadi. Karena sudah jelas apa yang dibahas dalam G20, bahwa tren kenaikan nilai tukar ini karena Bank Sentral menaikkan suku bunga, meskipun di sisi lain kondisi ekonomi domestik masih kuat dan kokoh. Ini yang harus digarisbawahi,” pungkas Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved