Breaking News
Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wisata Pamoksan Brawijaya di Gunung Lawu Siap Pacu Adrenalin

Untuk menuju gerbang Wisata Pamoksan Brawijaya, pengunjung butuh menempuh jarak sekitar 6 km dari Balai Desa Anggrasmanis

Tayang:
Penulis: Yasmine Aulia | Editor: iswidodo
tribunjateng/yasmine aulia
Selain dapat dijadikan rujukan destinasi wisata sejarah dan spiritual, Pamoksan Brawijaya, juga dapat dijadikan arena trabas bagi para penggemar motor trail. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yasmine Aulia

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Wisata Pamoksan Brawijaya tawarkan napak tilas perjalanan Prabu Brawijaya pada abad ke 15, sebelum moksa di Puncak Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar, Selasa (18/9/2018).

Menurut kepercayaan masyarakat, Prabu Brawijaya singgah di kawasan kaki Gunung Lawu, tepatnya kini di Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Destinasi wisata yang baru diresmikan ini membawa pengunjung kembali menapaki petilasan Prabu Brawijaya.

Untuk menuju gerbang Wisata Pamoksan Brawijaya, pengunjung butuh menempuh jarak sekitar 6 km dari Balai Desa Anggrasmanis Kecamatan Jenawi, Karanganyar, menggunakan kendaraan.

Kolase petilasan yang dipercaya sebagai rumah singgah terakhir Prabu Brawijaya sebelum moksa di puncak Gunung Lawu
Kolase petilasan yang dipercaya sebagai rumah singgah terakhir Prabu Brawijaya sebelum moksa di puncak Gunung Lawu (tribunjateng/yasmine aulia)

Namun, petilasan yang dipercaya sebagai rumah singgah terakhir Prabu Brawijaya sebelum moksa tersebut hanya berjarak sekitar 1 km dari gerbang wisata.

Hamparan keindahan kaki Gunung Lawu siap menemani perjalanan pengunjung menuju petilasan Prabu Brawijaya.

Kedepannya, jalan menuju petilasan tersebut akan dilengkapi dengan 1000 anak tangga. Menurut Kepala Desa Anggrasmanis, pembangunan anak tangga tersebut kini sedang dalam proses.

Selain dapat dijadikan rujukan destinasi wisata sejarah dan spiritual, Pamoksan Brawijaya, juga dapat dijadikan arena trabas bagi para penggemar motor trail.

"Medannya sangat menantang, cocok bagi saya yang memang gemar tantangan," ujar salah satu penggemar trail, Ian.

Tentunya jalur pejalan kaki dan pengguna trail diatur pengelola dengan track yang berbeda.

Selain itu, Wisata Pamoksan Brawijaya, juga dapat dijadikan sebagai jalur alternatif bagi para pendaki yang akan menuju ke puncak Gunung Lawu.

Meski petilasan rumah singgah terakhir Prabu Brawijaya belum diteliti lebih lanjut oleh ahli sejarah. Namun animo masyarakat mempercayai bahwa petilasan terakhir Prabu Brawijaya terletak di kawasan Desa Anggrasmanis.

Terbukti sebelum resmi dibuka menjadi rujukan pariwisata, hampir setiap hari kawasan tersebut dikunjungi wisatawan.

"Kebanyakan orang akan mendaki ke puncak gunung lawu, atau juga berziarah,
untuk itu kami warga desa sepakat untuk mengelola dan menjaga wisata Pamoksan Brawijaya ini dengan sebaik-baiknya," ungkap Kepala Desa Anggrasmanis, Wagimin Jayadi.

Wisata Pamoksan Brawijaya yang terletak di Desa Anggrasmanis Kec Jenawi, Kab Karanganyar, Jawa Tengah, ini siap menyambut wisatawan pencari destinasi sejarah, spritual, keindahan alam serta para pendaki gunung Lawu, hingga komunitas motor trail. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved