Napak Tilas Hari Jadi ke 101 Karanganyar Terbagi dalam Lima Etape
Ratusan orang melakukan jalan kaki dari RRI Surakarta menuju Balong yang dibagi dalam lima etape.
Penulis: Yasmine Aulia | Editor: suharno
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yasmine Aulia
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Menyambut Hari Jadi Karanganyar ke 101, napak tilas perjuangan penyelamatan pemancar diselenggarakan dari RRI Surakarta hingga Monumen RRI Balong Karanganyar, Sabtu (29/9/2018).
Ratusan orang melakukan jalan kaki dari RRI Surakarta menuju Balong yang dibagi dalam lima etape.
Yakni etape RRI Surakarta-RRI Palur, etape kedua dari RRI Palur-Koramil Karanganyar, Etape ketiga koramil Karanganyar-terminal mbangun Makuthoromo Karangpandan, etape empat dari terminal mbangun Makuthoromo-Terminal Kemuning, etape terakhir dari terminal kemuning-balong, Jenawi.
Sepanjang perjalanan mereka selalu menggunakan yel-yel mengobarkan semangat.
Para peserta dalam tiap kelompok yang terdiri dari sepuluh orang, berkostum serasi bahkan berseragam unik.
Contohnya salah satu tim yang diberangkatkan dari pos keempat, Karangpandan.
Para pelajar dari SMK Ngargoyoso berdandan pakaian lurik dengan menggendong radio.
Hal ini merupakan simbol bahwa RRI yang menjadi alat perjuangan itu pernah berpindah pemancar karena serbuan penjanjah.
"Perjuangan para crew RRI waktu itu sangat luar biasa. Memindahkan pemancar radio agar bisa menggelorakan semangat perjuangan rakyat Indonesia,” papar Joko, salah satu peserta.
Baca: Bupati Karanganyar Terima Sabuk Kukiwon serta DAN Internasional
Bahkan, salah satu regu yang berangkat dari Terminal Ngagoyoso harus mencium anak terlebih dahulu sesaat akan jalan kaki menuju Balong.
Ciuman simbol kehangatan ayah kepada anak serta menyemangati akan perjuangan para pahlawan yang menggelorakan kemerdekaan.
PLT Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar, Didik Djoko Bakdono, mengatakan Napak Tilas tahun 2018 ini untuk memperingati HUT RRI ke 73 dan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 101.
“Jarak yang harus dilalui setiap regu, dari etape ke etape lain sekitar 9-11 Kilometer, dan itu harus jalan kaki. Sedangkan satu regu terdiri dari 10 orang,” paparnya.
Didik mengatakan peserta napak tilas dari berbagai organisasi dan OPD di tingkat Kabupaten. Yakni pelajar, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar, TNI, Polri, dan Organisasi Pemuda.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan hikmah yang dipetik adalah perjuangan RRI Surakarta menuju Balong Jenawi mempunyai peran strategis yang sangat bersejarah melahirkan kemerdekaan.
“Hayati perjalanan ini, betapa penting perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia,” katanya.
Kemudian pada malam harinya, di Lapangan Desa Balong diselenggarakan pentas campursari dan hiburan rakyat lainnya serta pemberian hadiah kepada para pemenang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jalan-sehat_20180929_212829.jpg)