Gempa Donggala

Menpora Minta Maaf Jenazah Atlet Paralayang Tak Bisa Dipulangkan ke Malang

Keluarga berharap agar jenazah Ardi Kurnaiwan atlet paralayang yang meninggal tertimpa reruntuhan Hotel Roa Roa bisa dipulangkan ke Malang.

Menpora Minta Maaf Jenazah Atlet Paralayang Tak Bisa Dipulangkan ke Malang
Tribunnews
Hotel Roa yang ada di Palu, Sulawesi Tengah rata dengan tanah pasca gempa. 

TRIBUNJATENG.COM - Keluarga berharap agar jenazah Ardi Kurnaiwan atlet paralayang yang meninggal tertimpa reruntuhan Hotel Roa Roa bisa dipulangkan ke Malang. Namun demikian Menpora Imam Nahrawi menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa memenuhi harapan tersebut karena beberapa sebab.

Pihak keluarga yang mengetahui Ardi menjadi salah satu korban tewas akibat gempa Donggala dan tsunami Palu Sulteng cukup kaget.

Pihak keluarga pun berusaha untuk meminta bantuan kepada pemerintah supaya bisa membawa pulang jenazah Ardi ke Malang.

Namun pemerintah, dalam hal ini Kementrian Pemuda dan Olahraga tidak bisa mengabulkan permintaan orangtua Ardi.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Imam Nahrawi menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Ardi Kurniawan, atlet paralayang yang tewas tertimpa reruntuhan bangunan Hotel Roa Roa, Palu, Sulawesi Tengah.

Permohonan maaf itu terkait Menpora yang tidak dapat mengabulkan permintaan orang tua Ardi yang menginginkan agar almarhum bisa dimakamkan di Malang, kampung halamannya.

Ardi Kurniawan sendiri merupakan salah satu atlet pendukung yang masuk Pelatnas Asian Games 2018.

Menpora menyampaikan, kendala dalam menemukan peti jenazah dan melakukan evakuasi, serta kendala untuk membawa para jenazah keluar dari Palu, menjadi alasan yang utama.

"Tetapi kita tahu bagaimana susahnya di sana mencari peti mati, susahnya melakukan evakuasi, apalagi kemudian pergeseran jenazah keluar Palu," ujar Imam.

"Tentu, kita berharap, bermohon kepada keluarganya untuk ikhlaskan," tutur Imam Nahrawi dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (2/10/2018) sore.

Menpora juga menjelaskan bahwa keputusan yang diambil telah didasarkan pada prosedur saat ini yang diberlakukan di daerah bencana.

"Kita tetap mengikuti prosedur yang sekarang sudah ditetapkan untuk dimakamkan dalam satu tempat di Palu. Karena itu, kami mohon kepada keluarganya untuk mengikhlaskan," kata Imam Nahrawi.

Imam juga menegaskan bahwa pemerintah bersama para pengurus paralayang akan berusaha memenuhi hak-hak para atlet pelatnas.

Para atlet yang masih termasuk di dalam tanggungan negara ini nantinya akan menerima santunan yang akan diberikan kepada keluarga. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Atlet Paralayang Jadi Korban Gempa, Menpora Minta Maaf ke Keluarga Tak Bisa Bawa Jenazah ke Malang, 

Editor: iswidodo
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved