Pasca Peristiwa Keracunan di SDN 1 Ngadiwarno, Aktivitas Belajar Berjalan Normal
Di sisi lain, masih ada dua murid yang mengalami keracunan yang belum berangkat sekolah.
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: suharno
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pasca kejadian keracunan belasan murid SDN 1 Ngadiwarno, Sukorejo, Kendal yang terjadi pada Selasa (2/10/2018), aktivitas belajar mengajar di Sekolah tersebut kembali berjalan normal, Rabu (3/10/2018).
Kepala SDN 1 Ngadiwarno, Siti Rokhmi mengatakan murid-muridnya yang kemarin mengalami keracunan juga sudah berangkat sekolah dan melakukan aktivitas belajar seperti biasa.
Di sisi lain masih ada dua murid yang mengalami keracunan yang belum berangkat sekolah.
"Tapi tadi kami sudah menengok ke rumah murid itu, dan kondisi kedua anak tersebut memang sudah membaik," ujarnya kepada Tribun Jateng, melalui Sambungan telepon, Rabu (10/3/2018).
Baca: Belasan Siswa Keracunan Permen, Dinas Kesehatan Kendal Uji Zat Kandungan Jajanan Itu
Pihak sekolah yakni guru dan dirinya cukup khawatir mana kala muridnya yang keracunan masih ada yang belum berangkat sekolah.
Sehingga pihaknyapun berinisiatif untuk menjenguk muridnya tersebut.
"Khawatirnya masih tertidur sakit karena kondisinya masih lemas. Namun Alhamdulillahnya sudah membaik," jelasnya.
Atas kejadian ini pula, pihaknya juga mengumpulkan para murid dari seluruh kelas di Sekolahnya untuk dilakukan pembinaan untuk selalu berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan.
"Tadi juga dua petugas dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang datang langusng untuk meninjau sekolah kami atas kejadian itu," katanya.
Kedatangan petugas BPOM Semarang ke sekolah pun juga dibenarkan oleh Kasie Kefarmasian dan perbekalan kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal. dr Dhina Khameswari.
Ia mengatakan sebelum ke sekolah tersebut, petugas BPOM Semarang juga datang ke kantor Dinkes Kendal untuk mengambil sample permen stik yang pihaknya amankan dari Sekolah itu
Permen masih dalam kondisi utuh
Ia mengatakan Permen yang ia amakankan rata-rata masih dalam kondisi yang masih utuh dan hanya sebagian saja yang telah dikonsumsi para murid sekolah dasar itu yang mengalami keracunan.
"Dilihat dari sisanya permen yang masih banyak dan waktu terjadinya keracunan yang sangat cepat, kemungkinan ada zat kimia yang dalam kondisi banyak dalam permen itu. Namun yang berhak memastikan itu adalah BPOM Semarang," ujar dr Dhina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/keracunan-makanan_20161102_235156.jpg)