Musim Kemarau
Puncak Kemarau, Ketinggian Air Sungai Tuntang tinggal 50 Sentimeter
Pendangkalan Sungai Tuntang-Danau Rawa Pening mencapai puncaknya di musim kemarau 2018 ini.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: iswidodo
Lapor
n Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pendangkalan Sungai Tuntang-Danau Rawa Pening mencapai puncaknya di musim kemarau 2018 ini.
Hal tersebut berdasarkan pernyataan Muniryanto selaku Koordinator Lapangan Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tat Ruang Bodri Kuto Pos AWLR Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang pada Jumat (5/10/2018).
Dipaparkan oleh pria yang akrab disapa Pak To, pendangkalan di Sungai Tuntang-Danau Rawa Pening ini terbilang ekstrim karena hanya meninggalkan tinggi sekitar 100 cm di sekitar bawah Jembatan Tuntang.
Di sisi lain, semakin ke utara jembatan, ketinggian air semakin dangkal, seperti di dekat pintu air yang hanya menyisakan tinggi air sekitar 50 cm. Ketinggian normal Sungai Tuntang-Danau Rawa Pening ini biasanya sekitar 250 cm.
"Pendangkalan ini terbilang parah karena dibanding musim kemarau 2017 lalu tidak sedangkal ini," ujarnya.
Akibat pendangkalan tersebut, ekosistem di Sungai Tuntang-Rawa Pening seperti tanaman mengalami kekurangan air dan ikan di keramba kekurangan air.
Hal tersebut tentu akan mempengaruhi pendapatan dan kebutuhan air masyarakat di sekitar Sungai Tuntang dan Danau Rawa Pening. Ditambahkan oleh Pak To, puncak pendangkalan paling ekstrim terjadi pada Selasa (2/10/2018) siang.
Sementara itu, informasi dari forecaster on duty BMKG Stasiun Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Ahmad Yani Semarang, perkiraan hujan di wilayah Kabupaten Semarang akan terjadi pada awal November.
Muniryanto menanggapi informasi tersebut, kemungkinan akan adanya pendangkalan yang semakin parah. Diperkirakan pendangkalan hanya akan menyisakan air setinggi sekitar 50 cm. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pendangkalan-sungai-tuntang-danau-rawa-pening-ok-tampak_20181005_162136.jpg)