Brigjen Pol Budiyono Sebut Program Rehabilitasi Narkoba Anggota Polri Polda Jateng yang Terbaik

Ia pun akan menjadikan apa yang telah dilakukan kepolisian daerah Jateng sebagai contoh untuk bisa dilakukan daerah lainnya

Brigjen Pol Budiyono Sebut Program Rehabilitasi Narkoba Anggota Polri Polda Jateng yang Terbaik
Tribunjateng.com/Rival Al-Manaf
Brigjenpol Budiyono 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktur Pasca Rehabilitasi BNN RI Brigjen Pol Budiyono mengapresiasi program rehabilitasi narkoba anggota polri yang disusun Polda Jateng. Ia menyebut, penanganan pengguna yang dirancang lebih komprehensif dibanding polda-polda lain.

Ia pun akan menjadikan apa yang telah dilakukan kepolisian daerah Jateng sebagai contoh untuk bisa dilakukan daerah lainnya.

Ditemui saat peresmian pusar rehabilitasi medik narkoba RS Bhayangkara, Jumat (12/10/2018), Budiyono menyebut hal yang berbeda adalah penanganan dari berbagai bidang.

"Program bapak kapolda komprehensif. Di polda lain rehabilitasi narkoba ada, tapi tidak sampai se komprehensif di sini, biasanya di polda lain dilaksanakan biddokkes saja atau propam saja. Padahal permasalahan narkoba kompleks bukan hanya kecanduannya saja namun disiplinnya, keluarganya," terang Budiyono.

Di sini ia melihat penanganan kasus narkoba digarap bersama oleh propam, biddokkes, brimob, hingga SDM. Dengan upaya itu menurutnya rehabilitasi akan berjalan lebih baik.

"Kami, BNN memang ada standar untuk penyelenggara layanan rehabilitasi medik ada standar mulai asesmen rehab medis, sosial, dan pasca rehab yang paling penting," tandas jenderal bintang satu tersebut.

Ia lebih menekankan kepada penanganan pasca rehab karena menurutnya kecanduan merupakan penyakit kronis kambuhan. Jika tidak mampu menghadapi faktor pencetus yang ada dilapangan, maka seseorang akan kembali terjerumus.

"BNN meminta pasca rehab anggota polisi harus dilakukan oleh bagian sumda yang nantinya mengawasi, dan memantau apa kegiatan para peserta pasca rehab, mereka harus terus produktif. Tidak boleh lagi bergaul dengan pecandu," terangnya.

Sementara untuk pasca rehab pengguna narkoba non Polri ia ingin melibatkan Bhabinkamtibmas untuk memantau masyarakat dan mendampingi.

"Karena Polri kan juga punya anggota di barisan paling luar, dan itu harus dimanfaatkan," pungkasnya. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved