Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Upacara Sedekah Laut Dirusak Orang, Panitia Bagikan Nasi Gurih ke Pengunjung

Kapolres belum bersedia memberi keterangan soal jati diri sembilan orang yang tengah diperiksa itu, termasuk apakah mereka tergabung

Tayang:
Editor: iswidodo
TRIBUNJOGJA
Pantai Selatan 

Panitia trauma

Kapolres belum bersedia memberi keterangan soal jati diri sembilan orang yang tengah diperiksa itu, termasuk apakah mereka tergabung dalam satu kelompok ormas.

"Yang jelas bukan masalah ormas atau bukan, tapi keterlibatan dia seperti apa, kami masih cari pelakunya," ungkapnya.

Pihaknya juga membenarkan ada barang bukti berupa spanduk bertuliskan, 'Kami menolak kesyirikan berbalut budaya sedekah laut atau selainnya!!' "Spanduk itu ada. Sama (properti) yang untuk ritual sedekahnya itu ada. Itu yang jadi fokus kita. Sudah diamankan, masih proses untuk didalami," jelasnya.

Properti yang dimaksud yakni hiasan berupa penjor yang telah dirusak oleh sekelompok orang tersebut. "Katanya juga ada yang membawa sajam, tapi itu kan info, makanya diperiksa dulu," tuturnya.

Menurut Kapolres panitia tidak mempermasalahkan kejadian tersebut. "Sudah ada pemberitahuan di medsos mengenai acara sedekah laut itu. Ternyata ada yang kontra, tapi tetap dilaksanakan. Kemudian ada kejadian ini," katanya.

Sahat mengungkapkan, pihaknya sudah bertemu panitia penyelenggara yang mengaku trauma atas kejadian tersebut. "Karena terjadi perusakan, kami tetap proses hukum," katanya.

Terkait kejadian itu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bantul, Yasmuri, menyatakan acara sedekah laut tidak melanggar ketentuan apapun sejauh tidak ada unsur sesembahan atau dengan niat menyembah selain kepada Allah SWT. Menurutnya, banyak tradisi lain di masyarakat sebagai bentuk syukur atas hasil bumi berupa pertanian maupun perikanan.

"Berdoanya juga kepada Allah, bukan kepada yang lain," ujar Yasmuri, yang juga Ketua Pengurus Cabang NU Bantul. Menyikapi peristiwa perusakan properti sedekah laut di Pantai Baru, Yasmuri meminta agar masyarakat tidak terpancing oleh aksi perusakan tersebut.

Tindakan itu sudah mengarah pada tindakan kriminal yang menjadi wewenang polisi. Masyarakat sebaiknya menyerahkan sepenuhnya persoalan itu kepada polisi. "Kepolisian juga segera mengusut tuntas kasus tersebut agar masyarakat tidak resah," katanya. (tribunjateng/cetak/tribunjogja/amg)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved