Pemkab Karanganyar Bantu Warga Jumapolo Korban Gempa Palu Rp 1 Juta/KK
Satu di antara korban bencana, Amar Marso mengatakan, ia telah tinggal di Palu bertahun-tahun.
Penulis: Yasmine Aulia | Editor: galih pujo asmoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yasmine Aulia
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sebanyak 86 warga asal Karanganyar yang bekerja di Donggala, Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah pulang kampung, Kamis (11/10/2018).
Satu di antara korban bencana, Amar Marso mengatakan, ia telah tinggal di Palu bertahun-tahun.
Namun, gempa dan tsunami yang melanda Palu, Donggala dan Sigi pada 28 September lalu membuatnya trauma.
Ia dan warga Karanganyar lainnya pilih pulang kampung.
"Saya sudah bekerja di Palu puluhan tahun dan semuanya amblas saat gempa dan tsunami," kata dia, Selasa (16/10/2018).
Warga Jumapolo itu menambahkan, untuk bisa pulang kampung, ia dibantu oleh relawan.
"Terimakasih relawan Jumapolo yang telah membantu kami pulang sampai ke Karanganyar," tambah dia.
Sementara untuk kebutuhan sehari-hari, akan dibantu oleh Pemkab selama sebulan.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan Pemkab bakal membantu 86 korban bencana Palu tersebut Rp 1 juta per kepala keluarga.
Selain itu, mereka juga masih diberi bantuan berupa sembako.
"Saya juga akan membantu Rp 300 ribu per kepala keluarga selama sebulan setelah itu kami akan buat mekanisme bantuan untuk warga lewat jaminan sosial," terang bupati.
Selain itu, tambah Juliyatmono bagi warga yang punya anak usia sekolah silahkan dimasukkan ke sekolah-sekolah di Jumapolo.
Pihaknya akan membantu agar anak dapat menikmati sekolah dan segera melupakan bencana alam yang terjadi.
Menurutnya yang penting adalah memulihkan semangatnya kembali untuk bangkit. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-karanganyar-juliyatmono_20181016_214256.jpg)