Mbah Jaswari Pede Lenggak-lenggok di Depan Putri Indonesia
Umumnya peragaan busana menampilkan model cantik berusia muda. Selain cantik, model juga identik dengan tubuh proporsional dan catwalk.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih pujo asmoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Umumnya peragaan busana menampilkan model cantik berusia muda.
Selain cantik, model juga identik dengan tubuh proporsional dan catwalk.
Tetapi hal itu tak berlaku pada kegiatan peragaan busana batik di Prea pasar Segamas, Purbalingga.
Bukan model cantik dan rupawan, melainkan para pedagang pasar tradisional di Purbalingga yang menjadi peserta kegiatan tersebut.
Karpet merah yang terbentang di area Pasar Segamas jadi catwalk.
Mbah Jaswari, satu di antara peserta ‘Lenggak Lenggok Neng Pasar Segamas’ tak canggung berlenggak lenggok mengenakan gaun adat Jawa lengkap dengan sanggul.
Perempuan lansia berumur 72 tahun ini tetap tampil kemayu dengan mengumbar senyum.
Meski lincah di atas panggung, Jaswari bukanlah mantan model.
Ia hanyalah pedagang jenang di Pasar Segamas.
Ini tentu merupakan kali pertama perempuan itu mengikuti peragaan busana batik.
Tak perlu sewa baju mahal Jaswari mengatakan, pakaian batik berpadu kebaya yang dikenakannya milik sendiri.
Sentuhan make up yang menghiasi wajahnya pun ia lakukan seorang diri.
Ia hanya bermodal kepercayaan diri.
Jaswari tak merasa rendah diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pedagang-pasar-ikuti-peragaan-busana-di-pasar-segamas-purbalingga_20181017_191408.jpg)