Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mbah Jaswari Pede Lenggak-lenggok di Depan Putri Indonesia

Umumnya peragaan busana menampilkan model cantik berusia muda. Selain cantik, model juga identik dengan tubuh proporsional dan catwalk.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih pujo asmoro
Istimewa
Pedagang pasar ikuti peragaan busana di Pasar Segamas Purbalingga, Rabu (18/10/2018) 

Meski ada peserta lain yang menggunakan pakaian mewah layaknya gaun pesta Mbah Jaswari bukan satu-satunya peserta lansia dalam ajang itu.

Ada peserta lain yang usianya sepadan dengannya.

“Ya kami ingin memeriahkan acara ini. Ingin ada gini lagi tahun depan,” ungkap mbah Jaswari saat ditemui di sela-sela acara, Rabu (17/10/2018)

Acara ini tak main-main meski pesertanya pedagang pasar.

Dewan juri pada acara ‘Lenggak Lenggok Neng Pasar Segamas’ di antaranya Meutia Taurissa Susmex atau yang akrab disebut Rissa Susmex.

Dialah artis ibukota sekaligus presenter yang juga Putri Indonesia Tahun 2002.

Ini adalah pengalaman pertama perempuan berdarah Aceh itu menjadi juri peragaan busana dengan peserta para pedagang tradisional.

Baginya, kegiatan tersebut unik karena yang berjalan di catwalk bukanlah para model, melainkan pedagang yang kesehariannya berjualan di pasar tradisional.

Ia pun sempat terkaget saat ditawari menjadi dewan juri.

Bagaimana tidak, acara peragaan busana yang terkesan selama ini tentu bertolak belakang dengan kehidupan para pedagang di pasar tradisional.

“Saya terus terang pertama kali ditawari agak kaget juga soalnya ternyata pesertanya itu pedagang pasar yang mereka boro-boro ngerti tentang mode, mungkin kehidupan mereka cuma berkutat bagaimana mereka bisa jualan pokoknya pakai baju terus jualan,” kata Rissa

Ia terkagum dengan penampilan para peserta yang mengenakan busana pesta bernuansa batik ini.

Gaya berlenggak-lenggok peserta dan caranya berinteraksi dengan dewan juri, terlihat penuh keberanian dan percaya diri.

Tentu saja ia memaklumi segala kekurangan para model dadakan tersebut.

Bagaimanapun, ia melihat kepercayaan diri dan semangat luar biasa para peserta yang menjadi modal utama memeragakan busana.

“Orang biasa suruh jalan di catwalk aja panik, kebayang mereka seperti apa, nah itu yang buat saya penasaran,” ujarnya. (*)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved