Rizal Ramli: Rupiah Terpuruk Sepanjang Sejarah, Kok Berani-beraninya Jual Mimpi
Rizal Ramli menyebut bahwa rupiah saat ini adalah rupiah terburuk sepanjang sejarah.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Rizal Ramli menyebut bahwa rupiah saat ini adalah rupiah terburuk sepanjang sejarah.
Hal tersebut disampaikan melalui akun Twitter @RamliRizal yang ia tulis pada Jumat (19/10/18).
Dalam cuitan tersebut, Rizal menilai respons pemerintah dalam menghadapi ekonomi saat ini sangat lucu.
Menurutnya, dalam waktu 3 tahun terakhir, ekonomi stagnan di angka 5 persen.
Mantan Menteri Keuangan di era Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menyebut bahwa pemerintah utang Rp1,47 triliun per hari.
Rizal Ramli lantas menyebut bahwa rupiah dalam kondisi terburuk dalam sejarah.
"Ini mah lucu banget wong 3 tahun terakhir ekonomi mandeg di 5%, utang Rp 1,47 T per hari, resiko makroekonomi naik 2 tahun terakhir, Ruipiah terpuruk dalam sejarah. Tim Ekonominya mediocre kok berani2nya jual mimpi," tulisnya.
Baca: Bank Besar Berlomba Luncurkan Inovasi Produk Digital Banking
Baca: Dul Beberkan Sosok Kekasih Maia Estianty : Bunda Cinta Sama Om Ini? Iya Cinta
Baca: TMMD Bawa Berkah, Dagangan Warga Ludes dalam 2 Jam
Baca: Stephen Hawking: Saya Pikir Alam Semesta Secara Spontan Diciptakan dari Ketiadaan
Diketahui, kurs rupiah kembali melemah terhadap dollar Amerika Serikat di awal perdagangan Jumat (19/10). Mengutip Bloomberg pukul 10.15 WIB, rupiah melemah 0,18% ke level Rp 15.222 per dollar AS.
Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan rupiah di Rp 15.221 per dollar AS, melemah 0,22% dari posisi kemarin.
Analis Monex Investindo Futures, Faisyal mengatakan, dollar AS masih mengalami tren penguatan mengingat para pelaku pasar tengah mencermati notulen FOMC Minutes pada Rabu lalu yang mana Federal Reserve berpotensi melanjutkan kebijakan kenaikan suku bunga acuan hingga tahun depan.
Posisi dollar AS kian kokoh karena yield US Treasury masih berada dalam tren kenaikan
Tak hanya itu, koreksi pasar saham global serta masalah yang terjadi di zona Eropa, khususnya Italia dan Inggris, membuat para pelaku pasar menghindari aset-aset berisiko.
Baca: Hoaks, Persan Berantai Sebut Terjadi Gempa Bumi di Tegal
Baca: Demokrat Akui Tak Semua Calegnya Dukung Prabowo
Baca: Inilah Beladiri Yang Digeluti Siva Aprilia Sebelum Jadi Gadis Ring di MMA
Baca: Jafri Sastra Ingin Skuat Asuhannya Tampil Konsisten
Jusuf Kalla nyatakan pertumbuhan ekonomi 5 persen
Wakil presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya stagnan di kisaran angka 5 persen pada bulan 17 Juni 2018 lalu.
Ia mengatakan hal tersebut tidak seimbang dengan anggaran negara yang memiliki kenaikan sebesar 100 persen tiap 10 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rizal-ramli-jumpa-pers_20150819_130057.jpg)