Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Warganet Sindir Acara Lomba Lari yang Melibatkan Mantan Napi Kanibalisme Sumanto di Purbalingga

Namun siapa disangka, acara yang terbilang sukses itu justru menimbulkan polemik kemudian.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: suharno
Sumanto saat mengikuti lomba lari bertajuk Klawing Playon Sonten di Kabupaten Purbalingga. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Lomba lari bertajuk Klawing Playon Sonten, Lari Dikejar Sumanto, (6/10/2018) pekan lalu berhasil menyedot perhatian khalayak.

Acara yang diiniasi Komunitas Pinggir Klawing (KPK) itu pun berlangsung meriah dengan diikuti sekitar 800 peserta.

Kehadiran Sumanto sebagai bintang tamu dalam acara itu jadi daya tarik tersendiri.

Namun siapa disangka, acara yang terbilang sukses itu justru menimbulkan polemik kemudian.

Paska kegiatan, event itu ternyata masih ramai dipergunjingkan di media sosial.

Kontroversi acara itu terlihat pada postingan video di akun instagram Opini.id. Video itu disertai kritik pedas terhadap Pemkab Purbalingga yang dinilai memakai Sumanto untuk daya tarik lomba.

Baca: Rini Puspitawati Model Cantik yang Kecelakaan di Sarangan Embuskan Nafas Terakhir

Pelibatan Sumanto dalam event lomba itu dinilai tak etis.

Stigma Sumanto sebagai eks kanibal justru semakin melekat.

Padahal, menurut akun tersebut, Sumanto sedang menjalani rehabilitasi karena gangguan mental.

Postingan ini pun mendapat beragam komentar pro maupun kontra dari warganet.

Seperti komentar akun Rizzalvinsa sebagai berikut,

"cara promosi itu kan banyak, tp knp harus pakai sumanto, pdhl sumanto itu masih jalani rehabilitasi. Ya mungkin sbg hiburan aja sih, tp klo buat aku sih, aku ga setuju. Dan ini ga lucu"

Adapula warganet yang berpendapat sebaliknya, seperti diungkapkan akun Ariefhidayatnurdin

"beradaptasi dan berinteraksi dgn masyarakat banyak adalah cara merehabilitasi sumanto ditahap penyembuhan, so jangan lah berfikiran terlalu negatif, pihak pemda dan panti rehabilitas sudah memikirkan itu."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved