Hadirkan Tokoh Pengidap Skizofrenia, Penulis Hari Tak Selamanya Malam Berpesan Ini
Novel perdana Suryawan Wahyu Prasetya yang memiliki nama pena Suryawan WP diterbitkan oleh Grasindo menyedot perhatian pembaca.
Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Novel perdana Suryawan Wahyu Prasetya yang memiliki nama pena Suryawan WP diterbitkan oleh Grasindo menyedot perhatian pembaca.
"Sebenarnya ide menulis novel sudah lama. Sebenarnya dulu aku cuma pengen orang tahu, bahwa ada hal-hal yang cuma bisa kita terima tanpa kita bisa menolaknya," jelas Yuya begitu sapaan penulis yang mengagumi Dee Lestari kepada Tribunjateng.com, Minggu (21/10/2018).
Dalam novel Hari Tak Selamanya Malam, Suryawan WP alisa Yuya menghadirkan tokoh Skizofrenia yang tak akan diduga-duga oleh pembaca.
Seperti dalam kehidupan nyata, takdir kematian dan kelahiran tidak bisa dipilih.
Yuya menghadirkan hal tersebut.
Tokoh utama tak bisa memilih dari rahim siapa dia dilahirkan.
"Kemudian contoh kasus, kayak orang yang menganggap dirinya Tuhan atau nabi, kadang orang-orang sekadar mencemooh tapi tidak berempati," jelas Yuya.
Di novel tersebut ia menggambarkan keseharian watak manusia dalam berbagai kondisi.
Ada kritik sosial yang Suryawan WP ingin sampaikan kepada pembaca dan dirinya sendiri.
Bagi pria kelahiran Magelang ini menulis adalah cara untuk menjaga akal sehat, terutama fiksi, dalam fiksi ia beberkan realita kehidupan.
"Sebenarnya ini buat aku sendiri, kalau misal ada pembaca yg tergerak ya alhamdulillah. Novel itu buat pengingat aku untuk belajar memanusiakan manusia," jelas Yuya.
Pada tahun 2014, Yuya bergabung dengan Akademi Bercerita Bentang Pustaka. Di tahun tersebut Yuya belajar banyak mengenai dunia penerbitan dan cara menulis alur untuk novel.
Yuya bahkan tak menyangka, novelnya dijadikan bahan penelitan skripsi mengenai psikologi.
"Secara kehidupan, aku jadi lebih hati-hati, bisa saja orang yang terlihat biasa saja, punya persoalan hidup yang begitu berat," imbuh Suryawan WP.
Dalam novel itu, ia menuangkan potret kehidupan tersebut, bahkan Suryawan WP melakukan riset langsung ke sebuah RS Jiwa di Magelang.
"Ke depannya saya ingin tetap menulis," tutur Suryawan.
Di penutup percakapannya hari ini dengan Tribunjateng.com, Suryawan memberikan tips bagi penulis novel pemula.
"Tipsnya menulis ini juga harus saya praktekin juga haha, banyak baca, banyak ngobrol dengam siapa saja untuk mendapat inspirasi, jangan males nulis," tandas Suryawan. (kin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suryawan-wp-kiri_20181021_123309.jpg)