Kemarau Panjang Jadi Berkah Bagi Depo dan Supir Air Gunung Ungaran
Namun, hal tersebut justru menjadi berkah bagi sejumlah sopir tangki air gunung Ungaran.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: suharno
Ia dan sejumlah kawan juga memberlakukan sistem shift agar tetap dapat melayani permintaam konsumen.
Senada dengan yang dipaparkan oleh Dwi, Solikhin (35) selaku pengelola depo air CV Tirta Wening menuturkan, kenaikan permintaan air hingga 100%.
Bila pada hari biasa hanya 200 truk tangki, kini para truk tangki tersebut harus mengantri untuk dapat mengisi muatan.
Permintaan yang datang pun tak mengenal waktu.
Musim kemarau yang panjang ini mendorong banyak supir dan truk memaksimapkan diri sebelum musim penghujan datang.
"Kalau awal musim penghujan justru terjadi penyumbatan sumber air," ujar Solikhin.
Meskipun rata-rata truk tangki yang datang memuat 6000 liter, ada pula tangki yang memuat lebih dari 7000 liter.
Biaya yang dipatok untuk truk tangki jenis tersebut ialah Rp 50 ribu.
Selain depo air yang ia kelola, terdapat juga dua depo air di kelurahan yang sama.
Sehingga, sepanjang Jalam Yudhistira Raya selalu ramai hilir-mudik truk tangki air gunung Ungaran. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/truk-pengangkut-air_20181021_182520.jpg)