Disangka Mirip, Ini Perbedaan Bunga Tabebuya yang Viral di Medsos dengan Bunga Sakura di Jepang
Pepohonan Tabebuya yang tumbuh di sepanjang jalan Jenderal Soedirman Purwokerto sedang bermekaran
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Akhir-akhir ini masyarakat Purwokerto tengah disuguhi pemandangan kota yang menawan.
Pepohonan Tabebuya yang tumbuh di sepanjang jalan Jenderal Soedirman Purwokerto sedang bermekaran.
Bunga kuning cerah yang mendominasi pohon itu mengingatkan masyarakat pada kecantikan bunga Sakura di Jepang.
Tak ayal, ada saja masyarakat yang mengaitkan tanaman ini dengan Sakura karena kemiripannya.
Pohon berbunga cantik ini pun seketika menjadi magnet bagi masyarakat yang merindukan suasana musim semi di negeri Sakura.
Meski dinilai memiliki kemiripan, Tabebuya dan Sakura sebetulnya memiliki perbedaan mencolok.
Seperti diungkapkan Dosen Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Pudji Widodo.
Dari karakteristik batangnya, Tabebuya dapat tumbuh menjadi pohon besar. Sementara pohon Sakura cenderung berbatang kecil.
"Daun Tabebuya bersifat majemuk, Sakura berdaun tunggal,"katanya
Selain itu, bunga mahkota Tabebuya berlekatan dan berbentuk terompet (Trumpet trees).
Ini berbeda dengan bunga Sakura yang mahkotanya berlepasan seperti bunga Mawar (cherry blossoms).
Waktu bermekaran bunga ini pun berbeda. Masyarakat dapat menikmati keindahan bunga Tabebuya yang mekar hampir sepanjang tahun, atau mencapai puncaknya saat musim kemarau.
Adapun bunga Sakura, hanya bisa dinikmati saat mekar pada musim semi setahun sekali, akhir Bulan Maret hingga April.
Dari segi kemanfaatan pun keduanya berbeda. Tanaman Tabebuya selama ini difungsikan sebagai pohon peneduh atau hiasan kota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bunga-tabebuya-mekar-di-jalan-protokol-purwokerto_20181019_134816.jpg)