Ditanya soal Fitnah Keturunan PKI, Jokowi Tertawa
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab pertanyaanpemimpin redaksi harian Kompas, Budiman Tanurejo soal fitnah PKI yang ditujukkan kepadanya.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab pertanyaanpemimpin redaksi harian Kompas, Budiman Tanurejo soal fitnah PKI yang ditujukkan kepadanya.
Hal tersebut tampak pada wawancara eksklusif di acara Satu Meja Kompas TV dengan tema "4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK," pada Selasa (22/10/18).
Dalam wawancara tersebut, Budiman Tanurejo menanyakan soal fitnah yang kerap dihembuskan ke presiden.
"Maaf pak, ini pertanyaan bagi bapak sensitif, tapi ini kerap dihembuskan di media sosial, hoax-hoax di media sosial yang berperan juga mempengaruhi persepsi masyarakat, bapak dikait-kaitkan dengan PKI, bagaimana pendapat bapak?" tanya Budiman.
Mendapat pertanyaan tersebut, Jokowi lantas tertawa.
Jokowi pun menceritakan awal fitnah itu dihembuskan.
Baca: Terkait Pembakaran Bendera, Begini Tanggapan Kiai Maruf Amin
Baca: Segera Lantik Pengurus Kagama Jambi, Begini Pesan Ganjar Pranowo
Baca: Gratis Ongkos Kirim Rp 10 Ribu Untuk Pemesanan Makanan di FastPOS
Baca: Calon Pengantin Pria Meninggal Ditabrak Pikup, Rencana Menikah pun Gagal
"Itu sudah sejak lama, sejak 2014, itu di mulai dari majalah Obor Rakyat, kemudian diperkuat lagi dengan Saracen yang juga ikut menyebarkan," ujar Jokowi.
Lantas Jokowi mengatakan bahwa dirinya lahir pada tahun 1961, sementara PKI dibubarkan pada tahun 1966.
"Umur saya baru 4 tahun. masak menuding saya PKI, ya masak ada PKI balita, terus nggak mempan, orang tua saya yang dituding," ujar Jokowi sambil tertawa.
Ayah Gibran Rakabuming Raka itu meminta masyarakat untuk mencari kebenarannya sendiri.
"Coba saya di cek, tanya nenek saya, tetangga saya, di Solo itu banyak organisasi, ada NU, Muhammadiyah, ada Al-Irsyad, FPI, MTA, gampang banget," ujar Jokowi.
Jokowi menegaskan bahwa keluarga besarnya adalah sosok muslim.
"Apakah isu itu dihembuskan saat jelang pemilu presiden?" ujar Budiman.
Jokowi pun menjawab bahwa itu merupakan politik yang tidak mengenal tata krama.
Baca: LIPUTAN KHUSUS : Tak Ada Kenaikan Tarif Air Sejak 2009
Baca: Segera Lantik Pengurus Kagama Jambi, Begini Pesan Ganjar Pranowo
Baca: VIDEO : Polrestabes Semarang Tanggapi Pembakaran Bendera di Garut
Baca: Sindir Fadli Zon, Dedek Prayudi: Anda Tidak Capek Bohong Pak?
"Itulah politik yang tidak beretika, politik kita dirusak oleh fitnah, politik kita penuh hujat, saya kira etika dan tata krama Indonesia bukan itu," ujar Jokowi sambil geleng kepala.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jokowi_20180223_164941.jpg)