Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ditanya soal Fitnah Keturunan PKI, Jokowi Tertawa

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab pertanyaanpemimpin redaksi harian Kompas, Budiman Tanurejo soal fitnah PKI yang ditujukkan kepadanya.

Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Asia World Expo Ground, Hongkong, Minggu (30/4/2017). Presiden menggelar kunjungan kerja di Hongkong pada 30 April hingga 1 Mei dalam rangka meningkatkan kerja sama ekonomi antar-kedua negara.(AFP PHOTO / ANTHONY WALLACE) 

Saat ditanya apakah Jokowi akan melaporkan, Jokowi mengaku enggan.

"Kalau saya laporkan, bisa ratusan ribu yang kena dan bermasalah," ujar Jokowi sambil tertawa.

Tak hanya di acara Satu Meja, Jokowi di berbagai kesempatan menjelaskan bahwa dirinya bukanlah antek PKI.

Jokowi meminta warga masyarakat menjaga persatuan dan persaudaraan antar sesama, meski terdapat perbedaan dalam Pemilihan Presiden pada 2019.

Menurut Jokowi, memasuki tahun politik seperti saat ini banyak kabar bohong dan fitnah yang disebar melalui media sosial ataupun secara langsung ke masyarakat.

"Jangan sampai dikompor-komporin, dipanas-panasin, antar teman tidak saling sapa, antar tetangga tidak saling sapa, jangan sampai. Saya titip, kita ini bersaudara," papar Jokowi saat penyerahan sertifikat kepada warga Bogor di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (25/9/2018) yang dilansir dari Kompas.com.

Baca: Kasus Hoax Ratna Sarumpaet, Prabowo-Sandiaga Uno Alami Kerugian Sebanyak Ini Menurut LSI Denny JA

Baca: Gratis Ongkos Kirim Rp 10 Ribu Untuk Pemesanan Makanan di FastPOS

Baca: LIPUTAN KHUSUS : Tak Ada Kenaikan Tarif Air Sejak 2009

Baca: 40 Kritik Fadli Zon di Momen 4 Tahun Jokowi: Nilainya di Bawah Rata-rata

‎Jokowi mencontohkan, fitnah yang menyerang dirinya melalui media sosial dengan menyebut Presiden Jokowi merupakan bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI)‎.

Jokowi yang saat ini sebagai capres petahanan dan didampingi cawapres Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019, mengingatkan kepada masyarakat bahwa menyebarkan berita bohong dan finah bukan merupakan budaya Indonesia.

"Itu bukan nilai-nilai agama kita, etika bangsa kita, etika kita adalah kelembutan, itulah kenapa kita dikenal sebagai bangsa yang ramah," ujar Jokowi. (TribunJateng.com/Woro Seto)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved