Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kasatpol PP Jateng Terima Award Tokoh Birokrasi Inspiratif 2018

Penghargaan Tokoh Birokrasi Inspiratif 2018 ini diserahkan pada Pekan Kerja Nyata Nasional Revolisi Mental Indonesia Tertib 2018

Tayang:
Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: muslimah
Istimewa
Kasatpol PP Jateng Sinoeng Noegroho Rachmadi saat menerima Award Tokoh Birokrasi Inspiratif 2018 pada Pekan Kerja Nyata Nasional Revolisi Mental Indonesia Tertib di Novotel Manado, Sabtu (27/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, MANADO - Senyum sumringah terlihat saat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jawa Tengah, Sinoeng Noegroho Rachmadi menerima award Tokoh Birokrasi Inspiratif 2018 yang diserahkan oleh Menko Polhukkam Wiranto di Big City Hall Novotel Manado, Sabtu (27/10/2018).

Penghargaan Tokoh Birokrasi Inspiratif 2018 ini diserahkan pada Pekan Kerja Nyata Nasional Revolisi Mental Indonesia Tertib 2018.

Dalam kesempatan itu, Sinoeng mengenakan baju putih.

"Sejak 2017 Satpol PP Jateng memiliki progam Goes to School, dalam Goes to School materi cinta tanah air dan budaya peduli berbagi dan empati kepada anak-anak muda," tutur Sinoeng kepada Tribunjateng.com.

Di Pekan Kerja Nyata Nasional Revolusi Mental Indonesia Tertib 2018, Sinoeng merupakan satu-satunya tokoh birokrasi dari Jawa Tengah yang mendapatkan award Tokoh Birokrasi Inspiratif.

Selain itu, award diberikan kepada akademisi dan LSM dari Provinsi Sulawesi Utara.

Salah satu progam Satpol PP Jateng, Goes to School inilah yang mengantarkan Sinoeng menerima penghargaan di tahun 2018 ini.

"Progam Goes to School ini terinspirasi dari figur Gubernur Ganjar Pranowo untuk melaksanakan tugas secara out of the box dengan menginisiasi dialog bersama anak-anak muda agar mereka merasa sebagai sahabat dan teman," imbuh penjelasan Sinoeng.

Kepada Tribunjateng.com, alumni UGM ini juga mengungkapkan alasannya kenapa memilih anak-anak milenial saat memberikan materi cinta tanah air dan budaya.

Adanya bonus demografi menjadi satu di antara beberapa alasannya.

"Bonus demografi Indonesia yakni struktur penduduk adalah anak muda/ usia produktif," jelas Sinoeng.

Anak-anak muda bisa menjadi pengembang publikasi lewat viral mengenaik kebaikan.

"Anak-anak muda menjadi mata dan telingan kita. Maka kita harus pake Sosmed dan buka kanal komunikasi dengan mereka. Inilah konsep negara hadir," jelasnya.

Di tahun 2017, Sinoeng juga mendapatkan penghargaan dari Kemendagri terkait Inovasi 2017.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved