Nursyamsiah Mertua Nikita Mirzani Meninggal Dunia
Ibu mertua Nikita Mirzani itu merupakan istri dari Abdul Latief, mantan Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya pada era pemerintahan Presiden Soeharto.
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi
TRIBUNJATENG.COM- Kabar duka datang dari keluarga Dipo Latief.
Ibu mertua dari Nikita Mirzani, Nursyamsiah telah meninggal dunia pada Senin (29/10).
Kabar meninggalnya Nursyamsiah disampaikan oleh pengguna Instagram Catharina Latjuba.
"Innalillahi wa Innaillahi rojiun, selamat jalan Bunda Nur. Turut berduka sedalam-dalamnya @dinarich @dipoditiro @mdlatief @rharjani @kenisharh @kalistaharjani," tulisnya.
Namun, hingga kini belum ada keterangan lanjut mengenai penyebab meninggalnya Nursiah.
Baca: BERITA LENGKAP: Inilah Berita Lengkap dan Kronologi Lion Air Hilang Kontak
Baca: Sebelum Pesawat Lion Air Jatuh, Pilot Sempat Minta Kembali ke Bandara Soekarno-Hatta
Baca: TRAGIS! Tiga Bocah Palestina Tewas Akibat Serangan Udara Israel
Baca: Tutup Akun Instagram, Netizen Bikin Cuitan Lucu Hingga Sebut Awkarin Ikut Tes CPNS
Ibu mertua Nikita Mirzani itu merupakan istri dari Abdul Latief, mantan Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya pada era pemerintahan Presiden Soeharto.
Dari pernikahannya dengan Abdul Latief, Nursyamsiah melahirkan Dina Latief Harjani, Ahmad Dipo Ditiro dan Medina Latief.
Abdul Latief merupakan putra dari pasangan perantau Minang Mohammad Latief dan Sitti Rahmah yang berasal dari Pasa Gadang, Padang, Sumatera Barat.
Latief merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta.
Semasa kuliah ia telah bekerja di Toserba Sarinah.
Disini ia dipercaya untuk mempelajari manajemen toko serba ada Seibu, Jepang.
Baca: Dituduh Cabul, Bocah Kelas 2 SD Diikat dan Ditelanjangi
Baca: Remaja Ini Mengaku Diperkosa Paman, Sepupu dan Iparnya
Baca: Arab Saudi Janjikan Investigasi Penuh Pembunuhan Jamal Khashoggi
Baca: Fotonya dengan Jokowi Terlihat Akrab, Fahri Hamzah: Beliau Baik tapi Lepas Kendali
Sepulangnya dari Tokyo ia hendak mengembangkan konsep pemasaran yang dipelajarinya ke dalam konsep pemasaran "Sarinah". Namun atasannya tidak berkenan dengan konsep yang ia tawarkan itu.
Keluar dari Toserba Sarinah, Latief memberanikan diri untuk menjadi pengusaha dengan mengembangkan toserbanya sendiri.
Untuk itu, langkah pertama yang ia lakukan adalah membeli sebuah toko kecil di Grogol, Jakarta. Pada tahun 1974, Latief mendirikan PT Indonesia Product Centre Sarinah Jaya. Perusahaan ini mengelola swalayan yang memasarkan produk-produk industri kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dipo-latief-dan-nikita-mirzani_20180716_170435.jpg)