Mengenal Refugia, Tanaman Bunga Cantik yang Bisa Kendalikan Hama
Hama selama ini dianggap musuh bagi para petani karena merusak tanaman pertanian hingga menurunkan produktivitas lahan
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Hasil demplot tahun 2017 di Desa Karangkendal Kecamatan Papetakan Cirebon, tumbuhan berbunga di sekitar pematang sawah terbukti dapat mengurangi serangan hama wereng batang padi coklat dan penggerek batang padi. Alhasil, keberadaan beragam musuh alami diharapkan dapat mempertahankan kelengkapan komponen rantai makanan.
"Sehingga mampu pula menciptakan kestabilan ekosistem,"katanya
Sayangnya, pengetahuan petani terhadap peran tumbuhan liar berbunga sebagai penyeimbang alami di agroekosistem masih rendah. Tak ayal, para petani justru kerap mereka menyemprot tumbuhan liar berbunga tersebut dengan herbisida.
Para petani juga banyak yang menganggap semua serangga adalah hama. Sehingga penggunaan insektisida kimia sintetis dilakukan secara intensif.
Keberhasilan penerapan model rekayasa ekosistem tersebut sangat tergantung kepada peran petani dan dinas terkait karena harus dilakukan secara komunal.
Petani dapat memilih beberapa jenis golongan tumbuhan berbunga (refugia) yang dianjurkan ditanam di sekitar pertanaman pertanian, antara lain caisin liar (Rorhipa indica), kacang tanah liar (Arachis pinktui), kemangi, tembelkan, bunga matahari (Helianthus annus L.), bunga kertas, terung (Solanum melongena), Tagetes, dan rumput Sudan (Sorghum bicolor).
Adapun tanaman yang dianjurkan ditanam di tepian jalan dan di luar lahan pertanian, di antaranya Teprosia (Teprosia diversiola), kaliandra, kipait (Tithonia sp.), lamtoro dan lain-lain.
"Beberapa refugia itu telah ditanam di Experimental Farm (Kebun Percobaan) Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto untuk sarana pembelajaran mahasiswa, dan edu wisata,"katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/refugia-dibudidayakan-di-kebun-percobaan-fakultas-pertanian-unsoed_20181107_160948.jpg)