Disparpora Karanganyar Gelar Lomba Jemparingan di Tenggir Park
Salah satu tradisi kerajaan Majapahit, Jemparingan, coba dipopulerkan kembali oleh Disparpora Karanganyar.
Penulis: Yasmine Aulia | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yasmine
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Salah satu tradisi kerajaan Majapahit, Jemparingan, coba dipopulerkan kembali oleh Disparpora Karanganyar.
Lomba Jemparingan diselenggarakan di Tenggir Park, Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, (9/11/2018).
Jemparingan sendiri biasa disebut memanah tradisional, atau panah gaya Majapahit.
Usai melakukan Yoga bersama di pelataran Candi Sukuh, para Forkopimda, OPD dan jajaran vertikal Kab Karanganyar mengikuti lomba Jemparingan.
Menurut Kadisparpora Kab Karanganyar, rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan perkembangan wisata kepada para jajaran.
"Karena semua kemajuan itu butuh sinergitas seluruh aspek, maka kami kumpulkan di sini menggunakan kegiatan yang sarat akan budaya dan filosofi.
Yakni melalui Yoga bersama serta lomba Jemparingan," imbuhnya.
Adapun dari seluruh peserta, enam orang pemenang dari dua kategori yaitu putra dan putri, berhak mendapatkan hadiah uang tunai yang mencapai Rp.1000.000.
Camat Jumantono, Sundoro, dan Siti Iswari perwakilan dari Inspektorat, keluar sebagai juara pertama dalam masing-masing kategori.
Adapun penyerahan hadiah kepada enam orang pemenang dilakukan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lomba-jemparingan-di-tenggir-park-sukuh-ngargoyoso-kab-karanganyar.jpg)