Sundari Soekotjo Sempat Larang Anaknya Terjun ke Dunia Musik, Ini Alasannya
Dari Ayahanda, Soekotjo Ronodihardjo, Sundari kecil mendapat pengenalan musik keroncong pertama kali
Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - "Di bawah sinar bulan purnama, air laut berkilauan, berayun-ayun ombak mengalir, ke pantai senda gurauan," inilah bait lirik awal Di Bawah Sinar Purnama yang akan dibawakan Sundari Soekotjo di Internasional Festival Keroncong di Taman Indonesia Kaya, Sabtu (10/11/2018) sekitar pukul 19.30 WIB.
Bagi penikmat musik keroncong, lagu tersebut tentu tidak asing lagi di telinga.
Ia memulai kiprah menyanyi keroncong sejak kecil.
Dari Ayahanda, Soekotjo Ronodihardjo, Sundari kecil mendapat pengenalan musik keroncong pertama kali.
"Keroncong sudah menjadi panggilan jiwa saya, benar Ayah saya dulu yang pertama kali memperkenalkan musik keroncong," tutur Sundari Soekotjo kepada Tribunjateng.com.
Meski dari masa ke masa tren musik berubah-ubah Sundari tetap memilih menyanyikan lagu-lagu Keroncong.
Untuk mengenalkan keroncong di generasi muda, Sundari berujar anak perempuannya, Intan Soekotjo memiliki caranya sendiri untuk mengenalkan keroncong.
"Kepada anak-anak saya tidak pernah memaksa untuk terjun di dunia seni, kalau saya bilang malah jangan. Karena butuh konsistensi, komitmen, dan keseriusan," jelas Sundari.
Sundari sempat ditegur oleh teman dekatnya.
"Anakmu berbakat kok ga dibolehin terjun di dunia musik," tutur Sundari menirukan saran dari teman-temannya.
Intan Soekotjo mengaku memiliki caranya sendiri bernyanyi musik keroncong.
"Malam ini saya berkolaborasi dengan Ibu, membawakan lagu Keroncong Kemayoran, saya suka musik, ya untuk milenial nanti keroncong bisa dipadukan dengan berkolaborasi dan aranesemen musik yang berbeda," jelas Intan Soekotjo.
Berikut ini tukilan lirik Keroncong Kemayoran yang malam nanti akan dibawakan oleh Sundari di Internasional Keroncong Festival.
"La la la lala la la la. Laju-laju perahu laju. Jiwa manis indung di sayang. La la la la la la la la la. Laju sekali laju sekali ke Surabaya,"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sundari-soekotjo.jpg)