Korps Brimob, Polisi Elit Selalu Terdepan dari Tawuran hingga Tameng Aksi Terorisme
Sebagai pasukan elite yang terlatih di lingkungan Polri, Brimob selalu hadir di hampir seluruh konflik di Indonesia. Mulai aksi tawuran hingga teroris
TRIBUNJATENG.COM - Sebagai pasukan elite yang terlatih di lingkungan Polri, Brimob (Brigade Mobil) selalu hadir di hampir seluruh konflik di Indonesia. Mulai aksi tawuran pelajar dan tawuran antarkampung, aksi kerusuhan demonstrasi, khususnya kasus terorisme.
Dalam tugasnya, Brimob tidak mengenal istilah mundur. Untuk menunjang kesiapan tugas itu mereka memiliki doktrin tersendiri: Tiada Hari Tanpa Latihan, Sekali Melangkah Pantang Menyerah, Sekali Tampil Harus Berhasil.
Karena itu tidak heran dalam setiap pelaksanaan tugas di berbagai operasi Brimob menjadi yang terdepan.
Personel Brimob (Brigade Mobil) selalu berupaya keras dengan berbagai cara dan akal, menuntaskan tugas secara aman dan sukses.
Dari sejarahnya Brimob telah hadir di seluruh konflik yang terjadi di Tanah Air.
Baik ketika masih bersama ABRI (sekarang TNI) maupun saat Polri lepas dari TNI dan berada langsung di bawah presiden.
Dari konflik di Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua, Brimob selalu dikirim untuk menanggulangi konflik berintensitas tinggi dan diprediksi bisa menimbulkan dampak luar biasa.
Di dalam struktrur organisasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Brimob berada langsung di bawah Kapolri.
Pasukan pamungkas Polri yang umurnya sudah setua republik ini, memang merupakan unsur pelaksana utama pusat yang mempunyai spesifikasi tugas berbeda dengan polisi umum.
Baca: Hari Ini HUT Brimob ke-73, Berikut 7 Fakta Terbentuknya Satuan Khusus Polri Ini
Baca: Korps Brimob Polri, Satuan Khusus Paramiliter dengan Segudang Pengalaman Antiteror
Perbedaan itu sesungguhnya sudah terlihat dari tampilan Brimob yang lebih mencirikan sebagai unit paramiliter. Mulai dari fisik, seragam, dan kelengkapannya.
Namun demikian, meski bersenjata berat dan dilatih seperti tentara , Brimob tidak melupakan esensi dasarnya sebagai polisi.
Karena itu dalam setiap tindakan di lapangan, Brimob selalu mengedepankan nilai-nilai kepolisian sebelum mengambil tindakan tegas.
Pasalnya tugas pokok Polri meliputi pemeliharaan Kamtibmas, penegakkan hukum serta pemberian perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat sesuai dengan harapan dan tuntutan masyarakat.
Aksi kepolisian Brimob antara lain ketika diturunkan untuk merebut kembali lapangan terbang perintis di Kapeso, Papua yang diduduki kelompok bersenjata (2010).
Begitu juga ketika Gegana dan Pelopor Brimob bersama Detasemen Khusus 88 menggerebek rumah teroris di sejumlah wilayah di Tanah Air, tindakan persuasif selalu dikedepankan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/korps-bimob-polri.jpg)