Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ruhut Sitompul Debat Panas dengan Andre Rosiade soal Curhatan Jokowi dan Prabowo

Ruhut Sitompul melakukan sesi debat panas dengan Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade.

Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
kolase/Tribunjateng
Ruhut Sitompul dengan Andre 

TRIBUNJATENG.COM- Timses Jokowi-Maruf Amin, Ruhut Sitompul melakukan sesi debat panas dengan Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade.

TribunJateng.com, melihat melalui akun Youtube KOmpas TV yang diunggah pada Senin (26/11/18).

Dalam acara tersebut, kedua timses membahas pidato Jokowi dan Prabowo.

Jokowi sempat mengatakan ingin menabok orang yang menuduh dirinya PKI.

Sementara Prabowo menyebut bahwa elite politik banyak yang diancam ketika mendukung dirinya.

Lantas, Ruhut Sitompul mendapatkan pertanyaan terkait Jokowi yang terkesen offensive.

Wujudkan Smart Village, 54 Desa dan 9 Kelurahan jadi Percontohan

Kemenag Usulkan Kenaikan Biaya Haji 2019 Jadi 2.675 Dollar AS Per Jemaah

Pollux Habibie Vision Gelar Operasi Katarak Gratis di RS Sultan Agung Semarang

Kapan Halalin Egy Maulana Vikri dan Adiba Khanza? Ini Jawaban Ummi Pipik

Ruhut memberikan tanggapan bahwa Jokowi hanya akan menabok, belum melakukan.

"Tadi berapa kali Pak Jokowi ngomong, ini baru akan, yang sebelha sudah lempar telefon, ini baru akan aja kenapa harus dibahas, terkait dengan diksi tabok, mau akan, kalau yang itu sudah lempar telefon, nabok, nonjok, malah sekarang jadi pendukung dia," ujar Ruhut.

Ruhut lantas menegaskan bahwa Jokowi hatinya selembut salju.

"Pak Jokowi pengendalian dirinya mantap, tidak salah jika beliau jadi sahabat rakyat," ujar Ruhut.

Terkait keinginan Jokowi untuk menabok seseorang, Ruhut menyebut jika hal itu ditujukan untuk politisi Sontoloyo dan politisi Genderuwo.

"politisi Sontoloyo dan politisi Genderuwo yang kerjanya prabohong-prabohong,prabhong," ujar Ruhut.

Lantas ucapan Ruhut itu ditanggapi oleh Andre Rosiade.

Andre Rosiade menyebut bahwa Ruhut memproduksi hoaks yang luar biasa.

"Masyarakat sudah tahu, Bang Ruhut memproduksi hoaks yang luar biasa," ujar Andre.

Terkait pidato Jokowi soal Politisi sontoloyo, genderuwo merupakan tanda kepanikan.

"Ini terlihat Pak Jokowi baperan, Pak Jokowi panik, sehingga beliau merasakan tanda-tanda kekalahan beliau, sehingga beliau bicara sontoloyo, genderuwo bahkan yang menakutkan seorang kepala negara ingin menabok seseorang, jadi pemilu yang riang gembira, pemilu yang adu gagasan bisa berantakan karena ada seorang presiden yang mengancam orang, ini luar biasa menakutkan, yang bisa mengacam orang," ujar Andre.

Lantas Andre meminta kepada Ruhut dan Jokowi untuk belajar dari Prabowo.

"Jadi Bang Ruhut dan pak Jokowi untuk belajar dari Prabowo, beliau difitnah tiap hari diserang hoaks, bahkan Bang Ruhut barusan menyerang hoaks, tapi beliau menghadapi dengan snatai tenang dan nggak baperan bang, seperti Pak Jokowi, jadi Pak Jokowi harus banyak belajar dari Pak Prabowo," ujar Ruhut.

Tersebar Hoax Agnez Mo Dikabarkan Meninggal Dibunuh, Agnation Ramai Komentari Instagramnya

Fahri hamzah Sebut Janji PKS Hapus Pajak Motor Langkah Mundur Tidak Visioner

Edy Rahmayadi Klaim PSSI Sanggup Bayar Gaji Luis Milla Rp 30 Miliar per Tahun

Ruhut lantas menyebut bahwa Prabowo lah yang harus belajar dari Jokowi.

"Nggak salah, pemenang Pilpres 2014 harus belajar dari orang yang kalah di pilpres 2014, Pak Prabowo yang seharusnya banyak belajar dari Pak Jokowi, jangan membolak-balikkan fakta" ujar Ruhut.

Ruhut lantas menyebut bahwa kubu oposisi telah banyak melakukan kesalah.

"Kenapa salah, kalau Pak Jokowi nggak salah nggak ada minta maaf, kalau ini minta maaf aja," ujar Ruhut.

Lantas Andre menimpali bahwa Jokowi banyak berjanji di tahun 2014 namun banyak yang tidak ditepati

"dari pada Bang Ruhut, Pak Jokowi banyak berjanji di tahun 2014 dan janji-janjinya banyak yang palsu, dan nggak punya malu, dan mau maju dua kali dan tidak mau minta maaf, rakyat bisa menilai," ujar Andre.

Ruhut lantas menyebut bahwa elektabilitas Jokowi-Maruf menurut survei 58 persen.

Sementara itu, Andre menybut bahwa saat ini Jokowi tampak panik.

Diketahui sebelumnya, Jokowi memberikan tanggapan terkait tduhan anggota PKI.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi saat pidato dalam acara pembagian sertifikat lahan kepada 1.300 warga di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, yang dihelat di Tenis Indoor Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (23/11/2018).

"Presiden Jokowi itu dibilang, anggota PKI. Kalau enggak percaya lihat media sosial," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, isu itu tidak masuk logika.

Sebab PKI dinyatakan sebagai organisasi terlarang pada tahun 1965/1966.

Sementara, Jokowi lahir tahun 1961.

Artinya, saat PKI dibubarkan, Jokowi baru berusia 4 tahun.

"Mana ada anggota PKI balita," kata Jokowi yang disambut tawa peserta acara.

Tak hanya sebatas isu, tersebar pula foto Ketua Umum PKI DN Aidit yang sedang berpidato dan di depan podium dan ada sosok yang disebut sebagai Jokowi.

Jokowi mengatakan, foto itu adalah dokumen dari sejarah yang diambil tahun 1955 di mana ia belum lahir.

"Saya belum lahir tapi sudah ada di situ. Gimana kita ini enggak... Mau saya tabok tapi orangnya di mana" ujar Jokowi yang kembali disambut riuh peserta acara.

Selama empat tahun, Jokowi mengaku tidak menggubris itu.

Namun, faktanya, masih ada enam persen masyarakat Indonesia yang percaya isu itu.

Oleh sebab itu, Jokowi menganggap kini adalah waktu yang tepat untuk menjawab isu-isu tersebut.

"Banyak yang terkejut juga waktu saya jawab itu. Mereka bilang, iya juga ya Pak. Saya bilang, ya iyalah," ujar Jokowi.

Prabowo sebut elite nasional diancam mendukung dirinya.

Edy rahmayadi: Kami Sudah Berusaha Panggil Luis Milla namun Luis Milla Tidak Bisa Hadir

Kapan Halalin Egy Maulana Vikri dan Adiba Khanza? Ini Jawaban Ummi Pipik

Ramalan Zodiak Asmara Hari Ini Selasa 27 November, Pisces Punya Peluang Baik untuk PDKT

Prabowo mengatakan bahwa sejumlah elite yang mendukungnya diancam oleh pihak tertentu.

Namun Prabowo tak mengungkapkan identitas pengancam.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra itu dalam acara pembekalan relawannya untuk Pilpres 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

"Saya sering kedatangan elite entah pakai gelar ini, pakai gelar itu, pakai posisi ini dan itu dan mereka bilang, 'Pak Prabowo, kami ingin mendukung Prabowo tapi kami diancam, ditekan.

Jadi kami akan mendukung Pak Prabowo diam-diam', begitu," kata Prabowo di hadapan para relawan.

"Kami akan dukung Prabowo tetapi dari belakang. Datang dengan nama besar, wah senang aku. 'Pak Prabowo kami sebetulnya ingin dukung tapi kami diancam tapi kami diteken'," lanjutnya.

Karena itu, Prabowo mengaku lebih percaya terhadap dukungan yang datang dari rakyat biasa. Ia pun merasa bersyukur bisa hadir di acara pembekalan relawan yang setia mendukungnya. "Lebih baik saya sering diundang ke acara semacam ini.

Ini tampang-tampang yang tidak takut diancam. Saya hanya berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar saya tidak mengecewakan rakyat saya," lanjut dia. (TribunJateng.com/Woro Seto)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved