Di ILC, Sudjiwo Tedjo Bongkar Karakter Asli Ustadz Tengku Zulkarnain
Seniman Sudjiwo Tedjo membongkar karater asli Ustadz Tengku Zulkarnain hingga tampak seluruh penonton terdiam.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
Sudjiwo Tedjo mengaku bahwa dirinya kerap bercanda dengan UStadz Zulkarnain, Ustadz Haikal dan Ali Ngabalin.
"Saya sering bercanda dengan UStadz Zulkarnain, Ustadz Haikal dan Ali Ngabalin, tapi kalau saya lihat di pers kok kayak orang nggak mau sama apa-apa gitu lho," ujarnya.
Diketahui sebelumnya, Juru Bicara Kepala Badan Intelijen Negara ( BIN) Wawan Hari Purwanto mengungkapkan, temuan soal 41 masjid di lingkungan pemerintah yang terpapar radikalisme didapat dari hasil survei oleh Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Nahdlatul Ulama.
Temuan tersebut diungkapkan Kasubdit di Direktorat 83 BIN, Arief Tugiman, dalam diskusi terkait peran ormas Islam dalam NKRI, di kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Jakarta, beberapa waktu silam.
Wawan menuturkan, hasil survei tersebut kemudian didalami lebih lanjut oleh BIN.
"Survei dilakukan oleh P3M NU, yang hasilnya disampaikan kepada BIN sebagai early warning dan ditindaklanjuti dengan pendalaman dan penelitian lanjutan oleh BIN," kata Wawan, saat ditemui di Restoran Sate Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2018).
Kategori radikalisme tersebut, lanjut dia, dilihat dari konten yang dibawakan penceramah di masjid tersebut.
Ia menuturkan, terdapat sekitar 50 penceramah dengan konten yang menjurus radikalisme.
"Jadi, konten ceramahnya yang kita utamakan, karena itu kan setahun sudah ada daftar penceramahnya, kalau masjidnya sih enggak ada yang radikal, tapi penceramahnya," ucapnya yang dilansir dari Kompas.com.
• Debat Panas Rian Ernest dengan Faldo Maldini soal Pidato Prabowo
• Ruhut Sitompul Debat Panas dengan Andre Rosiade soal Curhatan Jokowi dan Prabowo
• Ketika Inul Daratista Dipeluk dan Bersandar Manja di Bahu Jonathan Christie, Seperti Adik Kakak
Dia menuturkan, keberadaan masjid di lingkungan pemerintah seharusnya steril dari hal-hal yang berbau radikal. Hal tersebut merupakan salah satu upaya BIN menjaga persatuan di Indonesia.
Ke depannya, BIN berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pemberdayaan agar tercipta ceramah yang lebih sejuk. "Hal tersebut adalah upaya BIN untuk memberikan early warning dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, tetap menjaga sikap toleran dan menghargai kebhinekaan," ujar dia. "Selanjutnya dilakukan pemberdayaan Da'i untuk dapat memberikan ceramah yang menyejukkan dan mengkonter paham radikal di masyarakat," sambung dia.
Tanggapan Jusuf Kalla
di ILC, Jusuf Kalla mengaku prihatin dengan hasil survei tersebut.
"Kalau membaca secara sederhana, ini studi yang sangat memprihatinkan. Kalau orang menyimpulkan sederhana, dia bisa mengatakan 41 masjid pemerintah radikal. Wah itu bahaya. Masjid pemerintah saja radikal apalagi di tempat lain," ujar Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla mengatakan studi tersebut belum matang dan perlu ditelusuri kembali.