Di ILC, Sudjiwo Tedjo Bongkar Karakter Asli Ustadz Tengku Zulkarnain
Seniman Sudjiwo Tedjo membongkar karater asli Ustadz Tengku Zulkarnain hingga tampak seluruh penonton terdiam.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
Jadi cara studinya mungkin kaidah-kaidahnya studinya perlu ditelaah kembali. tidak seperti itu. karena, apalagi saya mendengar tadi ada radikal yang ringan, berat, pertama kali saya dengar istilah-istilah itu.
Ya kalau radikal ya radikal, enggak ada ringan bertanya."
"Kemudian saya ingin jelaskan, kita harus hati-hati, jangan-jangan khotibnya mengerti, dalam rangka amar ma'ruf nahi mungkar di tulis radikal. Jangan disamakan pula, ini sama dengan survei pemilu. Dengan seribu orang mengatasnamakan sejuta orang.
Kalau seratus masjid bisa mengatasnamakan semua mesjid, ini sangat prihatin."
"Tentu soal radikal, ya dalam konteks apa? mudah-mudahan ini hanya diskusi saja. pertama kali itu saya dengar kata terpapar (radikalisme)," ujar Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla yang juga merupakan Ketua Umum pengurus pusat Dewan Masjid Indonesia (DWI) tidak setuju dengan pengambilan sample isi khotbah atau ceramah.
"Supaya diketahui, bahwa masjid itu, ada 34 ceramah perbulan. Karena umumnya masjid itu, habis dhuhur, ada kultum atau ceramah, Jumat tentu ada, jadi banyak sekali bukan hanya 4 kali saja sebulan.
Masjid itu tidak radikal, yang dianggap berbicara keras itu diundang dari luar, bukan khatibnya masjid situ. Karena itulah maka, kalau anda buka data, lengkap siapa khatib yang mengisi."
Jusuf Kalla menuturkan ia telah membaca hasil survei dan mengaku tidak paham mengapa kantor masjid di kantor Menko menjadi masjid yangpaling di katakan radikal.
• HOTLINE : Banyak Lubang di Jalan Petolongan
• Prakiraan Cuaca BMKG Tegal Raya, Siang Nanti Diguyur Hujan Ringan
• Longsor di Purwakarta, Ayah dan Anak Tertimbun, Dua Orang Lagi Belum Ditemukan
"Jangan kita salah pengertian, dan itu berbahaya sekali, dan saya baca laporannya, yang radikal berat, justru kantor Menko, justru ingin membina bangsa ternyata radikal.
Waduh, hati-hatilah membuat studi seperti itu. berbahaya untuk kita pahami."
Jusuf Kalla kemudian menuturkan dewan masjid seusai mendengar studi survei yang mengatakan 41 masjid terpapar radikalisme, dewan masjid tidak begitu menanggapi secara serius dalam rapat besar.
Namun akan tetap memeriksa dan memfollow up hasil temuan tersebut. (TribunJateng.com/Woro Seto)