Walikota Semarang Dorong Kota Ramah HAM 'Semua Buat Semua'
Semangat mewujudkan “kota semua buat semua” terus digelorakan Walikota Hendrar Prihadi untuk warga Kota Semarang.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Semangat mewujudkan “kota semua buat semua” terus digelorakan Walikota Hendrar Prihadi untuk warga Kota Semarang.
Dengan semangat ini, kota Semarang ada dari dan untuk warganya serta warga Kota Semarang ikut bergerak dari dan untuk Kota Semarang. Semangat “all for one, one for all” ini kemudian diwujudkan dalam konsep Bergerak Bersama.
Hal tersebut disampaikan Walikota Hendi di hadapan para narasumber, moderator dan peserta Rakor Aksi Hak Asasi Manusia, Senin(26/11), di ruang Ramashinta Patra Semarang Hotel and Convention.
“Sebagaimana faunding father kita, Ir. Soekarno, kita ingin mendirikan satu negara 'semua buat semua', bukan negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya,” ungkap Hendi.
Hal ini pun berlaku di Kota Semarang.
Kota ini, lanjut Hendi akan menjadi kota yang nyaman dan ramah sekaligus menjamin pemenuhan hak asasi setiap warganya dari kelompok dan golongan manapun.
Tiga konsep kota ramah HAM yang didorong Hendi yakni kesetaraan, ruang aspirasi serta kolaborasi.
Konsep kesetaraan diwujudkan Hendi dalam berbagai bidang mulai dari kesejahteraan, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga gender.
Dicontohkannya, dengan visi mewujudkan kota perdagangan jasa berbasis pariwisata, Hendi optimis roda perekonomian di Kota Semarang lebih merata.
Tak hanya dilakoni para pemodal besar, tetapi sektor pariwisata juga menjanjikan lapangan kerja serta pendapatan bagi semua kelas masyarakat, tua, muda, perempuan, laki-laki, serta pemodal besar, menengah hingga kecil.
“Pak Sukiman misalnya, yang berusia 80 tahun dan awalnya tak berpenghasilan, saat ini berpenghasilan Rp 200.000/hari dengan menyediakan spot swafoto di Kampung Pelangi,” papar Hendi.
Tak hanya itu, di “Kampung Pelangi”, Ani Purwono, 33 tahun, yang sebelumnya sebagai ibu rumah tangga murni, kini mampu membantu ekonomi keluarganya dengan berpenghasilan Rp 600.000/ hari dari hasil berjualan makanan dan minuman.
Kesetaraan juga terasa dari sektor kesehatan dimana UHC memberikan jaminan kepada warga Kota Semarang dari semua golongan untuk mendapatkan kesehatan grátis jika mau dirawat di kelas 3.
Selain itu, layanan Ambulan Hebat lengkap dengan alat dan tim medis juga siap memberi layanan kesehatan 24 jam gratis bagi warga Kota Semarang.
Dari sisi infrastruktur, pembangunan juga terus dilakukan dengan konsep ramah lingkungan serta kaum difabel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/walikota-semarang-dorong-kota-ramah-ham-semua-buat-semua.jpg)