Walikota Semarang Dorong Kota Ramah HAM 'Semua Buat Semua'
Semangat mewujudkan “kota semua buat semua” terus digelorakan Walikota Hendrar Prihadi untuk warga Kota Semarang.
Mulai dari 6.000 meter pedestrian yang dilengkapi guidance block, kamar mandi ramah difabel dan lansia yang dilengkapi dengan pegangan, serta jalur khusus difabel di área Balaikota dan ruang publik terus ditambah.
Tak hanya itu, Walikota Hendi juga terus membuka kran aspirasi dari warga masyarakat sehingga membuka kesempatan bagi warga untuk menyampaikan keluh kesah, masukan terhadap pemerintah.
“Harapannya tak ada lagi sekat, batasan antara masyarakat dan jajaran pemerintah. Yang ada adalah rasa kedekatan, saling memiliki dan kepedulian,” ungkap Walikota Hendi.
Tercatat 12.701 laporan selama tahun 2018 dilaporkan warga masyarakat dari berbagai kanal aduan yang dibuka baik medsos, call center 112, SMS lapor hendi.
Aduan tersebut, ditangani paling lama 5 hari untuk perbaikan Kota Semarang.
Sebanyak 12.094 telah tertangani dan sisanya masih membutuhkan tindak lanjut khususnya dari sektor penganggaran karena membutuhkan dana besar.
Konsep ketiga dalam mewujudkan HAM, lanjut Hendi, adalah dengan menggerakkan kolaborasi yang dibangun dari kecintaan, kebanggaan serta kepedulian warga sehingga ikut bergerak bersama membangun Kota Semarang.
Dengan konsep ini, Hendi menginovasi program Kampung Tematik yang mampu menggerakkan dan mengembangkan potensi lokal yang ada.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/walikota-semarang-dorong-kota-ramah-ham-semua-buat-semua.jpg)