Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cegah Napi Kabur karena Over Load, Pengamanan Lapas Kedungpane Ditingkatkan

Disisi lain upaya lainnya juga dilakukan, mengingat saat ini lapas tersebut tengah over load dalam menampung para tahanan.

Tayang:
Penulis: hesty imaniar | Editor: m nur huda
Tribunjateng.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Lapas Kedungpane 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Untuk mengantisipasi terjadinya para narapidana melarikan diri dari lapas dan rutan, seperti yang terjadi di Aceh beberapa waktu lalu, Lapas I Kedungpane, Semarang juga memiliki berbagai upaya untuk mencegah hal serupa.

Diungkapkan oleh Kepala Lapas I Kedungpane, Semarang, Dadi Mulyadi, berbagai upaya untuk mencegah hal itu telah dilakukan oleh Lapas Kedungpane itu.

"Berbagai upaya kami lakukan, sebagai wujud peningkatan kewaspadaan kami lakukan, agar hal itu tidak terjadi di lapas ini. Karenanya, kami juga melakukan berbagai upaya lain, misal hak-hak napi kita penuhi sesuai prosedur," katanya, Sabtu (01/12/2018).

Disisi lain upaya lainnya juga dilakukan, mengingat saat ini lapas tersebut tengah over load dalam menampung para tahanan.

"Per hari ini, ada 1.692 narapidana yang berada di lapas ini, sedangkan kapasitas kami 669 orang, sangat mungkin terjadi hal yang sama seperti di Aceh, tapi kami juga tingkatkan keamanan kami dengan menambahkan pasukan penjagaan di piket jam malam," bebernya.

Jika pada pada pagi dan siang hari ada 16 orang penjaga, yang menjaga setiap harinya, termasuk kontrol blok setiap jamnya, dan lainnya, pada malam hari penjaga itu menjadi 17 petugas.

"Ya karena malam harinya kami tambah satu personil dari piket staf, jadi kami ingin semuanya ini pembinaan bisa berjalan lancar," paparnya.

Sementara itu, berbagai pembinaan juga dilakukan di lapas itu, seperti contoh, pembinaan kepribadian dengan siraman rohani, pembinaan intelektual, kesadaran berbangsa dan bernegara, pembinaan seni dan olahraga, dan pembinaan kesadaran hukum.

"Selain itu, pembinaan kemandirian dengan mengikuti pelatihan batik, menjahit, perkayuan, sepatu, rotan, kaligrafi, handycraft dan lainnya ini juga kami lakukan. Jadi para Warga Binaan Lapas (WBP) ini, setiap harinya, selalu diisi kegiatan yang positif dan bermanfaat sehingga mereka tidak merasa jenuh dan dapat menjalani harinya dengan baik," pungkasnya.(hei)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved