Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KISAH Dua Pekerja PT Istaka Karya Selamat dari Pembantaian di Papua

Dua karyawan PT Istaka Karya melarikan diri dari serbuan KKB di kamp Kali Yigi Kabupaten Nduga.

KOMPAS.com/ DOKUMEN KEMENTERIAN PUPR
Lokasi pembantaian 31 pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua. 

TRIBUN JATENG -- Dua karyawan PT Istaka Karya melarikan diri dari serbuan KKB di kamp Kali Yigi Kabupaten Nduga. Keduanya ditemukan tim gabungan TNI/Polri di Distrik Mbua, yang merupakan distrik terdekat dengan TKP di Distrik Yigi.

Kedua karyawan PT Istaka Karya yang selamat pembantaian di Papua meskipun mengalami luka tembak adalah Martinus Sampe dan Jefrianto. Martinus mengalami luka tembak di kaki kiri. Adapun Jefrianto mengalami luka tembak di pelipis kiri.

"Di Distrik Mbuma, tim gabungan TNI/Polri telah bertemu dengan empat pekerja yang berjalan kaki dan berhasil melarikan diri, yaitu Martinus Sampe, karyawan Istaka Karya yang mengalami luka tembak di kaki kiri, dan Jefrianto, yang mengalami luka tembak di pelipis kiri.

Sedangkan dua orang lain adalah Irawan (karyawan Telkomsel) dan John (petugas puskesmas)," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal.

Untuk sementara, keempat orang yang berhasil meloloskan diri tersebut dievakuasi ke Wamena dan tim medis sudah menjemput di sekitar Habema.

Kamal menjelaskan tim gabungan TNI/Polri sebanyak 153 personel berangkat dari Wamena menggunakan tiga unit kendaraan.

Mereka telah tiba di Distrik Mbua, yang merupakan distrik terdekat dengan TKP di Distrik Yigi.

"Untuk mencapai TKP di Distrik Yigi, tim harus berjalan dua jam lagi dari Distrik Mbua," kata Kamal.

Lebih jauh Kamal menjelaskan, dari keterangan empat orang yang ditemukan, pos TNI Yonif 755/Yalet/Kostrad di Distrik Mbua telah hancur diserang KKB pimpinan Egianus Kogoya dan seorang anggota TNI meninggal dunia.

"Kelompok KKB saat melakukan penyerangan terhadap pos TNI didukung masyarakat kurang-lebih 250 orang. Membuat anggota lari menyelamatkan diri pos Mbua hanya membawa senjata, tidak membawa barang-barang lain," ujar Kamal. 

Jokowi Perintahkan Panglima dan Kapolri Tangani

Presiden Joko Widodo telah mendapat kabar soal penembakan di Papua terhadap 31 pekerja jembatan di Kabupaten Nduga, Papua. Presiden Jokowi memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengecek kejadian tersebut.

"Saya perintahkan tadi pagi ke Panglima dan Kapolri untuk dilihat dulu, karena ini masih simpang siur. Karena diduga itu. Karena sinyal di sana enggak ada. Apa betul kejadian seperti itu," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, dirinya pernah mengunjungi kawasan Kabupaten Nduga, Papua. Wilayah itu memang masuk dalam zona merah alias berbahaya. Jokowi juga menyadari bahwa pembangunan di tanah Papua memang ada kesulitan. Termasuk karena adanya gangguan dari kelompok bersenjata.

"Kita menyadari pembangunan di tanah Papua itu memang medannya sangat sulit. Dan juga masih dapat gangguan seperti itu," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved