Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Warga Desa Penjalin Kendal Minta Dibuatkan Jembatan Penyeberangan di Jalan Tol Semarang-Batang

Warga Desa Penjalin, Brangsong mendesak BPJT menginstruksikan Jasamarga Semarang Batang untuk membangunkan Jembatan Penyebrangan Orang.

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Audiensi warga Desa Penjalin, Brangsong mendesak dibangunkan jembatan penyeberangan orang di ruang pertemuan Dinas PUPR Kendal. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Warga Desa Penjalin, Brangsong mendesak Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menginstruksikan Jasamarga Semarang Batang untuk membangunkan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di desanya.

Hal itu dikarenakan desa mereka terbelah menjadi dua sehingga diperlukan akses untuk menyebrang.

Selain itu, akses terowongan yang disediakan oleh pengembang jalan tol mempersulit warga desa penjalin dan desa lainnya untuk melintas karena bentuk dan kondisinya yang terlalu curam.

Desakan para warga itu disampaikan dalam audiensinya dengan pihak BPJT, Jasamarga Semarang Batang (JSB), Dirjen Binamarga, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VII di ruang pertemuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Rabu (5/12/2018) malam.

SMPN 2 Pegandon Kendal Terdampak Jalan Tol Semarang-Batang, Pemkab Ingin Ganti Rugi Tanah Desa

20 Titik di Kendal Rawan Banjir, Longsor dan Puting Beliung

Anggota DPRD Kabupaten Kendal, Samsul Huda sekaligus warga desa penjali mengatakan bahwa pihak warga menagih janji dari JSB dan Waskita untuk membangunkan jembatan di desanya.

Pada empat bulan sebelumnya yakni tepatnya pada bulan Agustus pihak warga sempat berdemo menuntut hal itu.

"Pihak JSB dan waskita menyepakati, namun surat instruksi dari BPJT untuk membangun belum kunjung turun. Alasan dari BPJT terselip karena mengebut proyek tol. Namun hasil audiensi ini pihak BPJT pun menyepakati apa yang diminta warga dan segera mengirimkan rekomendasi ke JSB untuk membangun," jelasnya.

Ia mengatakan dalam audiensi itu, pihaknya akhirnya mendapatkan jawaban secara langsung dari BPJT untuk segera membangun JPO.

Pihaknya pun juga telah mendapatkan kepastian kapan JPO tersebut segera terbangun.

"Kami sempat merencanakan membuat aksi demo kembali, namun kami batalkan karena sudah mendapatkan titik terang atas kebutuhan kami," tuturnya.

Primawan Avicenna, Kepala Bagian Teknik BPJT mengatakan pihaknya juga telah melakukan survei lapangan atas desakan warga itu.

2019, Lokasi dan Tema Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kendal Ditentukan Pemkab

Dari survei tersebut memang diperlukan sebuah JPO yang dapat dilintasi oleh para warga.

"Pertemuan tadi bahwa kami sepakat untuk membangunkan jembatan. Kami akan surati JSB untuk segera membangun JPO dan memberikan kepastian kapan akan segera dibangun," jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kendal, Sugiyono mengatakan pihaknya akan mengawal proses pembangunan agar terlaksanan dan terealisasi sesuai dengan yang disepakati antara pihak BPJT dengan para warga.

"Dalam pertemuan tadi juga ditentukan kapan JSB memberikan surat kesanggupan untuk membangun itu, warga mendesak sebelum diresmikan sudah ada surat pernyataan dari JSB untuk membangunkan JPO dan warga juga meminta selambatnya pada tanggal 7 Februari 2019 sudah ada progres pembangunan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved