Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sinopsis Film Pengabdi Setan, Tayang di Trans 7 Senin 31 Desember 2018 pukul 22:00

Sinopsis film Pengabdi Setan, Ibu telah mengikuti sebuah sekte pemuja setan demi mendapatkan keturunan. Saat itu kami berebut Ian dengan para iblis

Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Salah satu adegan film Pengabdi Setan karya sutradara Joko Anwar.(Rapi Films/Pengabdi Setan) 

TRIBUNJATENG.COM- Film Pengabdi Setan yang sukses diputar di 42 negara, akhirnya akan tayang perdana di layar televisi Indoneisa.

Film garapan sutradara Joko Anwar itu akan tayang di Movie Vaganza Trans 7 pada Senin 31 Desember 2018 pukul 22:00 WIB.

 Film ini merupakan remake dari film berjudul Pengabdi Setan yang ditayangkan tahun 1982 dan disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra. Film ini juga masih mengambil lokasi waktu di tahun 1980 an.

"Setelah sakit aneh selama 3 tahun, Ibu akhirnya meninggal dunia. Bapak lalu memutuskan untuk kerja di luar kota meninggalkan anak-anak. Tak lama kemudian, anak-anak merasa bahwa Ibu kembali berada di rumah. Situasi semakin menyeramkan ketika mereka mengetahui bahwa Ibu datang lagi tidak sekedar untuk menjenguk, tapi untuk menjemput mereka."

Kisah dibuka dengan masalah finansial keluarga Rini yang kehabisan uang untuk biaya pengobatan sakit sang ibu, Mawarni.

Penyakit yang begitu parah membuat Mawarni tak mampu menggerakkan tubuhnya dan hanya berbaring di tempat tidur. Untuk memanggil dan meminta bantuan, Mawarni harus membunyikan lonceng.

Upaya keluarga untuk membuat sang ibu sembuh dari penyakitnya gagal setelah Rini menemukan sang ibu terjatuh di lantai kamarnya dan menghembuskan nafas terakhir.

Dengan kematian Mawarni, bapaknya pun pergi ke kota untuk menggadai rumah mereka. Kematian Mawarni ternyata jadi awal dari teror di rumah keluarga Rini--mereka didatangi oleh sosok yang menyerupai sang mendiang ibu. Nenek pun ditemukan meninggal dunia oleh Bondi, tenggelam di sumur.

Di kamar nenek, Rini menemukan sepucuk surat yang ditujukan ke Budiman Syailendra, dan Rini pun pergi mengantarkan surat itu ke rusun tempat tinggal Budiman bersama Hendra. Budiman memberi tahu Rini bahwa ia adalah kawan neneknya dulu dan ia menceritakan bahwa dulu neneknya tidak menyetujui pernikahan orangtua Rini karena Mawarni adalah seorang seniman dan tidak bisa mempunyai anak. Karena itu, Mawarni pun dikatakan telah mengikuti sebuah sekte pemuja setan demi mendapatkan keturunan.

Suatu hari, adik Rini, Tony membaca majalah Maya pemberian Budiman yang memiliki artikel mengenai pengabdi setan, membicarakan mengenai hubungan ibu mereka dengan sekte pengabdi setan dan kemungkinan adik mereka, Ian, akan diambil oleh sekte tersebut setelah berumur 7 tahun, namun Rini tidak menggubrisnya.

Singkat cerita, Bapak Rini pun datang untuk membawa anak-anaknya pulang.

Saat Rini hendak menginterogasi bapaknya mengenai sekte pengabdi setan yang dianut ibunya, Ian yang sedang buang air kecil dekat sumur, ditarik oleh arwah nenek ke dalam sumur.

Ian menjadi perebutan antara para pengabdi setan dengan keluarga Rini.

Pada malam itu, Ian masih bisa selamat.

Keesokan paginya, keluarga Rini sudah siap untuk pindah ke rusun dan menunggu mobil untuk menjemput mereka, namun tidak ada yang menjemput mereka sampai petang dan sang Ustad pun datang untuk meminta maaf bahwa ia tidak bisa membantu mereka dan menemani mereka untuk menunggu mobil, sekalian menunggu ulang tahun Ian yang ke-7 di tengah malam.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved