Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kapolri Perintahkan Jajarannya Cooling Down di Papua Saat Natal dan Tahun Baru

Tito menuturkan, dalam masa gencatan senjata itu, aparat Polri dan TNI melakukan pendekatan lunak kepada tokoh-tokoh masyarakat

KOMPAS.com/Devina Halim
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat upacara peringatan HUT ke-68 Korpolairud, di Markas Korpolairud, Jakarta Utara, Senin (3/11/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk mengendurkan upaya pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Polri, kata Tito, menghormati perayaan Natal dan tahun baru.

"Khusus Natal dan Tahun Baru saya sudah perintahkan jajaran Polri di sana untuk cooling down dulu, gencatan senjata."

"Kenapa? Karena Natal dan tahun baru, masyarakat di sana sangat menghargai gereja,” kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Tito menuturkan, dalam masa gencatan senjata itu, aparat Polri dan TNI melakukan pendekatan lunak kepada tokoh-tokoh masyarakat untuk mendapatkan simpati dari masyarakat Papua.

"Seperti di sana kemarin ada perayaan Natal bersama."

"Jadi kita sedang perang merebut simpati publik."

"Siapa yang berhasil merebut simpati publik, dia akan menang," tutur Tito.

Namun, Tito menegaskan pengejaran terhadap KKB, khususnya, pelaku pembantaian pekerja PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua tetap dilakukan.

"Intinya tetap dilakukan pengejaran, tapi tidak terlalu banyak diekspos."

"Ditangkap ya, sudah saja. Jangan (media) yang disampaikan pas lagi polisi mukul begini, maka digoreng lagi sama mereka (KKSB)."

"Ini genderang propaganda mereka yang teman-teman bisa masuk tanpa sadar," kata Tito.

Menurut Tito, persoalan utama masyarakat Papua saat ini adalah kesejahteraan ekonomi.

Lalu, Tito memberi contoh wilayah yang dahulu jadi basis pemberontakan kini sudah tidak lagi lantaran kesejahteraan meningkat.

"Dulu gerakan kemerdekaan kuat di Manokwari sekarang bagus (tidak lagi), dulu Merauke banyak gerakan kemerdekaan sekarang juga tidak, karena kesejahteraan meningkat," kata Tito.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved