Ini Titik Perayaan Tahun Baru di Semarang dan Rekayasa Lalulintasnya
Ada tiga titik pusat perayaan pergantian tahun baru yang diperkirakan Satlantas Polrestabes Semarang membuat lalulintas tersendet.
Penulis: rival al manaf | Editor: galih pujo asmoro
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ada tiga titik pusat perayaan pergantian tahun baru yang diperkirakan Satlantas Polrestabes Semarang membuat lalulintas tersendet.
Pertama adalah peresmian Semarang Bridge Fountain atau air mancur menari di Jembatan Banjir Kanal Barat (BKB).
Sebagai lokasi perayaan utama pergantian tahun yang digelar Pemkot, diperkirakan ribuan orang akan menghabiskan malam pergantian tahun di sana.
Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, pemerintah kota akan mendirikan dua panggung di lokasi tersebut.
Keduanya akan menutup Jalan Madukoro dan Jalan Bojong Salaman.
Jalan Madukoro rencananya akan ditutup sejak pukul 17.00 pada 31 Desember.
Lalulintas dari dan menuju bandara akan dialihkan ke Jalan Puri Anjasmoro.
Sementara Jalan Bojong Salaman ditutup sejak pagi hari karena bukan merupakan jalan utama.
Selain itu, pemberlakuan satu arah akan dilakukan di Jalan Simongan dari Utara menuju ke Selatan.
Kemudian di Jembatan Pleret rencananya juga bakal ditutup agar tak ada persilangan arus di sana.
"Lalu arus lalin dari Jalan Puspowarno selatan dialihkan ke Simongan."
"Selanjutnya, arus lalin Jalan Suyudono atau Pasar Bulu dialihkan ke Basudewo."
"Karena Bojong Salaman nanti juga jadi area parkir," imbuh Ardi.
Sementara titik keramaian ke dua adalah Lapangan Simpanglima.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kasatlantas-polrestabes-semarang-akbp-yuswanto-ardi-menunjukan.jpg)