Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

7 Kecelakaan Transportasi Mencekam dan Mengerikan di Indonesia Sepanjang 2018

Angka kematian akibat kecelakaan transportasi baik darat, laut maupun udara masih terbilang mengkhawatirkan.

Tayang:
ISTIMEWA
bangkai motor dasar danau toba 

Kapal ini dinahkodai oleh Skila dengan jumlah penumpang kurang lebih 35 orang. Kecelakaan terjadi tak lama setelah kapal berlayar dari Pelabuhan Paotere menuju Pulau Barang Lompo.

Penyebab kapal Arista yang tenggelam di perairan Makassar akibat dihantam ombak besar dan kelebihan muatan.

Tercatat sebanyak 17 penumpang meninggal dunia, 1 orang hilang dan 55 orang penumpang selamat.

Dari 17 orang korban meninggal, kebanyakan adalah wanita dan anak-anak.

6. Kecelakaan Bus di Tanjakan Emen (10 Februari 2018)

Makam atau kuburan massal di Taman Pemakaman Umum Legoso, Pisangan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Kuburan massal itu disiapkan untuk warga setempat yang tewas dalam kecelakaan di kawasan tanjakan emen, Subang.
Makam atau kuburan massal di Taman Pemakaman Umum Legoso, Pisangan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Kuburan massal itu disiapkan untuk warga setempat yang tewas dalam kecelakaan di kawasan tanjakan emen, Subang. (kompas.com)

Kecelakaan bus terjadi di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Sabtu (10/2/2018) sekira pukul 17.00 WIB.

Bus pariwisata bernomor polisi F-7959-AA itu membawa rombongan dari Koperasi Simpan Pinjam Permata, Ciputat, Tangerang Selatan.

Di jalan berkelok-kelok, sang sopir kehilangan kendali dan menabrak sebuah sepeda motor. Usai menabrak motor, bus pariwisata terus melaju hingga menabrak tebing di sebelah kiri jalan. Kemudian, bus terguling di bahu jalan dan terseret hingga kurang lebih 2 meter.

Kecelakaan nahas ini mengakibatkan 27 korban tewas, 5 luka berat dan patah tulang dan 12 lainnya luka ringan.

7. Kecelakaan Speedboat Awet Muda (3 Januari 2018)

FOTO DOKUMEN
LAKA LAUT - Beberapa motoris membantu petugas saat mengevakuasi speed boat SB Rejeki Baru Karisma yang terbalik di perairan Tarakan - Tanjung Selor Bulungan, Kalimantan Utara, Selasa (25/7). Speedboat berkapasitas 40 orang penumpang ini terbalik dan mengakibatkan 10 orang meninggal dunia. (TRIBUN KALTIM/ISTIMEWA)
FOTO DOKUMEN LAKA LAUT - Beberapa motoris membantu petugas saat mengevakuasi speed boat SB Rejeki Baru Karisma yang terbalik di perairan Tarakan - Tanjung Selor Bulungan, Kalimantan Utara, Selasa (25/7). Speedboat berkapasitas 40 orang penumpang ini terbalik dan mengakibatkan 10 orang meninggal dunia. (TRIBUN KALTIM/ISTIMEWA) (tribunkaltim)

Pada Rabu (3/1/2018) sekira pukul 17.30 WIB, Kapal speedboat Awet Muda terhantam ombak di Perairan Tanjung Serai Kabupaten Banyuasin.

Speedboat itu awalnya bertolak dari Karang Agung Ilir menuju Palembang. Terdapat 7 orang penumpang berada di atas atap kapal sedangkan 50 orang pelayar yang termasuk serang dan kenek berada di dalam ruang akomodasi.

Kuatnya hantaman ombak membuat bodi speedboat yang bermuatan penuh penumpang itu terbelah dan menyebabkan speedboat karam.

Di hari itu, 43 orang dinyatakan selamat, dua meninggal dunia, dan 11 lainnya menghilang. Pencarian korban oleh Basarnas terkendala oleh kondisi perairan Tanjung Serai Banyuasin yang dihuni banyak buaya.

Hingga Jumat (5/1/2018), 10 penumpang yang hilang ditemukan di perairan hulu sungai Banyuasin sekitar 3.5 mil laut dari lokasi kecelakaan, sedangkan 1 orang korban lainnya di hilir sungai musi sejauh 6 mil laut.

Secara keseluruhan akibat kecelakaan ini, sebanyak 13 penumpang meninggal dan kapal dalam kondisi rusak berat. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved