Penjelasan Warga yang Tutup Jalan di Wonosobo: Mestinya Pelanggar di Pilkades yang Jadi Perhatian
Inilah penjelasan warga yang lakukan penutupan jalan di Wonosobo, bermula dari pilkades di desanya.
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Penutupan jalan di Wonosobo menjadi viral setelah diunggah dalam media sosial.
Jalan yang ditutup itu terletak di Desa Rejosari, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Heboh penutupan jalan tersebut seketika menjadi perbincangan para netizen.
Adalah Soim Pamuji yang menjadi perbincangan hangat di media sosial lantaran menutup jalan antar-desa setelah kalah bertarung pada Pemilihan Kepala Desa ( Pilkades) setempat.
Warga tidak bisa lagi melewati jalan alternatif penghubung Desa Rejosari, Kecamatan Kalikajar dengan Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek.
Pasalnya, Soim membangun tembok kira-kira setinggi 2 meter.
Bahkan, di atas tembok dipasang pecahan kaca sehingga tidak bisa dipanjat.
Saat dikonfirmasi Kompas.com, Soim membenarkan penutupan jalan itu adalah inisiatifnya.
Namun, ia menjelaskan, tembok itu dibangun di atas tanah pribadinya yang sebelumnya memang digunakan untuk jalan pintas warga.
Soim mengakui pembangunan tembok itu sebagai bentuk kekecewaannya pada proses pilkades yang diikutinya beberapa waktu lalu.
Mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Rejosari itu menilai pilkades sudah dinodai banyak kecurangan.
"Persoalannya bukan menang atau kalah, tapi supremasi hukum yang sebenarnya, bagaimana kalau ada kesepakatan (para calon kades) yang telah disetujui bersama Muspika tapi kok ada salah satu calon yang mengingkari kesepakatan itu," ungkap Soim.
Soim membeberkan sejumlah temuan kejanggalan menjelang pemungutan suara.
Seperti ada calon kades lain yang memberikan dan menjanjikan sesuatu kepada warga pada masa tenang.
Hal itu bisa mempengaruhi keputusan warga untuk memilih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penutupan-jalan-di-wonosobo.jpg)