Breaking News:

Kinerja Reksadana Campuran Tahun Ini Diyakini Dapat Naik hingga 7%

Mengutip Infovesta Utama, sepanjang tahun lalu, kinerja rata-rata reksadana campuran minus 2,09 persen

KONTAN/Carolus Agus Waluyo
Ilustrasi 

Kinerja reksadana campuran masih berpotensi meningkat di 2019 ini. Analis meyakini, tahun ini banyak sentimen positif yang menopang pasar saham dan obligasi Indonesia. IHSG berpeluang bullish sepanjang tahun ini berkat katalis dari pemilu 2019.

Harga obligasi juga berpeluang naik, lantaran kenaikan suku bunga acuan tak lagi agresif. Bahkan, The Federal Reserves sudah mengonfirmasi bakal lebih berhati-hati dalam menjalankan kebijakan suku bunga acuan di tahun ini.

“Dengan sentimen-sentimen yang ada, kami percaya kinerja rata-rata reksadana campuran minimal bisa tumbuh di kisaran 6-7 persen di tahun ini,” ujar Wawan.

Managing Director, Head Sales & Marketing Henan Putihrai Asset Management, Markam Halim pun optimistis kinerja reksadana campuran akan cemerlang pada tahun ini.

Namun, menurut dia, adanya proyeksi perlambatan ekonomi global diprediksi dapat menghambat kinerja industri reksadana, mengingat hal itu bakal menekan kinerja emiten-emiten di sektor tertentu.

Dengan kondisi itu, Markam menilai, manajer investasi dituntut lebih cermat dalam mengelola portofolionya. “Kami coba manfaatkan lebih banyak saham sektor keuangan dan melakukan diversifikasi obligasi ke berbagai tenor,” ungkapnya.

Jemmy menyebut, Sucorinvest akan berusaha memaksimalkan saham-saham berkapitalisasi besar.

Hal itu diyakini dapat mendongkrak kinerja reksadana campuran yang dikelolanya.
Sebab, dia menambahkan, pertumbuhan IHSG diyakini akan lebih tinggi ketimbang indeks obligasi pada tahun ini.

“Saham-saham blue chip umumnya naik cukup pesat ketika indeks dalam tren bullish,” paparnya. (Kontan/Dimas Andi Shadewo)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved