Ada Miskomunikasi, Jadwal Operasi BRT Trans Semarang Koridor I Sempat Terlambat Tadi Pagi
Masing-masing BRT Koridor I yang datang di Shelter Simpanglima memiliki jeda sekitar lima menit
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang warga Gubug, Grobogan, Jawa Tengah, bernama Aditya Bayu (26) mengeluhkan jadwal pelayanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang pagi ini, Kamis (10/1/2019).
Dirinya mengalami keterlambatan menuju kantornya yang berada di Jalan Kelinci Raya, Pandean Lamper, Gayamsari, Semarang, Jawa Tengah.
Pasalnya, BRT Trans Semarang yang merupakan salah satu alat transportasi umum andalannya tak kunjung datang saat ia menunggu di Terminal Penggaron.
“Saya hari ini masuk (kantor) jam enam pagi. Berangkat dari rumah naik bus Purwodadi-Semarang lanjut sambung BRT di Terminal Penggaron sampai kantor,” ujarnya kepada Tribunjateng.com.
“Biasanya saya sampai terminal jam setengah enam. Biasanya juga pas nggak telat sampai kantor, tapi hari ini kok sepi bus ya,” sambungnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BLU Trans Semarang Ade Bhakti Ariawan mengatakan memang jadwal operasi pelayanan BRT pagi ini sempat mengalami keterlambatan.
BRT yang dimaksud adalah Koridor I dengan rute Terminal Mangkang-Penggaron atau sebaliknya.
“Ada miskomunikasi jadwal saja karena terkait pengisian bahan bakar gas dan lain-lain. So far terkondisi jam enam-an, telat setengah jam operasional,” ungkapnya kepada Tribunjateng.com.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Tribunjateng.com saat mencoba menaiki BRT Koridor I (Simpanglima-Penggaron) siang ini, bus tampak berjalan normal seperti biasa.
Masing-masing BRT Koridor I yang datang di Shelter Simpanglima memiliki jeda sekitar lima menit.
“Saat ini jadwal pelayanan sudah berjalan seperti biasa,” sambung Ade.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bekerjasama dengan Pemkot Toyama, Jepang, melaunching converter gas pada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, Rabu (9/1/2019) kemarin di Patra Hotel, Semarang.
Sebanyak 72 armada BRT Trans Semarang di Kota Semarang mengalami konversi bahan bakar, yaitu dari solar menjadi gas menggunakan alat yang bernama Compress Natural Gas (CNG).
Hal itu bertujuan mengurangi emisi gas buang, menambah tenaga dan tentunya lebih ramah lingkungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/brt-trans-semarang-koridor-i-mangkang-penggaron-saat-berhenti-di-she.jpg)