Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Begini Penjelasan Rinci BRT Trans Semarang Soal Cara Kerja dan Keamanan Converter Gas

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bekerjasama dengan Pemkot Toyama, Jepang, melaunching converter gas pada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
BRT Trans Semarang Koridor I (Mangkang-Penggaron) saat berhenti di Shelter Simpanglima Semarang, Kamis (10/1/2019). 

Mengenai safety, Ade menerangkan bahwa material yang digunakan adalah yang khusus diperuntukkan untuk kendaraan berbahan bakar gas dan bersertifikasi.

“Untuk kehawatiran mengenai terjdinya ledakan yang disebabkan oleh kebakaran, setahu saya hal itu tidak pernah terjadi, mengingat gas CNG itu memiliki titik sumbu nyala diatas 600 derajat Celcius.”

“Jadi seandai terjadi kebocoran, CNG itu akan gampang sekali menguap karena berat jenisnya yang lebih ringan dari udara,” ungkapnya. L

Ade menegaskan, tabung konveter gas yang dipasang sudah melewati uji standar khusus untuk CNG yang memiliki tekanan 200 bar.

Selain itu, valve yang terpasang adalah valve yang aman yang hanya bekerja berdasarkan koneksi dari Electronic Control Unit (ECU), jika tidak ada perintah dari ECU, gas tidak akan keluar dari tabung.

"Tabung bahan bakar tidak akan mengalami kebocoran termasuk selang sambungan meski terlepas tidak menyebabkan kebocoran.

“Juga, sudah melewati tahapan tes saat diuji coba ketahanan, tabung ditembak peluru 12 mm tidak tembus, sehingga aman digunakan pada BRT Trans Semarang,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved