Inilah Nama-nama 10 Pelaku Sweeping di Solo yang Ditangkap Polisi
Inilah nama-nama 10 warga yang diduga hendak melakukan sweeping ditangkap polisi di Silir, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (12/1/2019).
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sebanyak 10 warga yang diduga melakukan sweeping ditangkap polisi di Silir, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (12/1/2019) malam.
Dua di antaranya terkena luka tembak di kaki kiri dan pinggang atas sebelah kiri setelah melakukan perlawanan.
Sebaliknya, seorang anggota Resmob Polda Jateng terkena sabetan pedang di bahu kanan dalam penangkapan pelaku sweeping di Solo, Jawa Tengah.
"Anggota kelompok yang terluka langsung dibawa ke Poliklinik Polresta Surakarta untuk memperoleh perawatan," tandas Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, dalam jumpa pers di Polresta Surakarta, beberapa waktu setelah penangkapan.
• Keterangan 10 Tersangka Pelaku Sweeping di Solo Jadi Acuan Polda Jateng Buru Pelaku Lain
• Pelaku Sweeping di Solo Masih Diperiksa Penyidik Polda Jateng, Ditetapkan Sebagai Tersangka
• Kapolresta Surakarta: Satu Pelaku Sweeping yang Ditangkap Mantan Napi Terorisme
Berikut ini nama-nama anggota kelompok pelaku sweeping yang ditangkap:
1. Mustofa (37), alamat Semanggi RT 6 RW 4, Pasar Kliwon, Solo
2. Feri Al Feri (28), Karangasem RT 1 RW 3, Tloyo, Jaten, Karanganyar
3. Rusmanto (37), Semanggi RT 4 RW 7, Pasar Kliwon, Solo
4. Nanong (31), Sedayu RT 2 RW 11, Jumantono, Karanganyar
5. Niko Lavender als Ibrahim (39), Gawan, Tanon, Sragen, tinggal di Losari
6. Afif Imabudin als Afif (22), Kampung Mojo RT 7 RW 5, Semanggi Pasar Kliwon, Solo
7. Nur Rohman als Nur (31), Batur RT 3 RW 2, Banjarnegara Kota
8. Gandi Suryanto (35), Kusumodilagan RT 3 RW 10, Joyosuran, Pasar Kliwon, Solo
9. Ahmad Husni (27), Kalitengah RT 2 RW 2, Bonjor, Treteg, Temanggung, kos di Losari
10. Sutarno als. Tono (46), Gedangan RT 1 RW 1, Grogol, Sukoharjo, tinggal di Losari
Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.
Tak main-main, ada anak panah 8 buah, tongkat T 1 buah, soft gun 1 buah, tongkat kayu 13 buah, palu 1 buah, sabit 1 buah, belati 2 buah, parang 3 buah, dan samurai 1 buah.
Ada juga batako 1 buah, tembakan panah 1 buah, Hp android 4 buah dan Hp kecil 1 buah.
Menurut Ribut, ke-10 orang tersebut ditangkap oleh personel gabungan dari tim Resmob Polda, Resmob Polresta Surakarta, Sat Sabhara Polresta Surakarta, dan Brimob yang sedang melakukan patroli di daerah rawan.
"Pada pukul 16.00 WIB, kepolisian mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada sekelompok orang yang berputar melalui konvoi sepeda motor," jelas Ribut.
Kelompok ini menggunakan pelat nomor yang diganti alias palsu.
Mereka juga terlihat membawa senjata tajam.
"Rencananya kelompok ini akan melakukan sweeping ke masyarakat," paparnya.
Setelah mendapat laporan masyarakat, polisi kemudian melakukan pengecekan.
Ternyata benar, saat didatangi polisi mereka kabur ke arah Semanggi.
Setelah dilakukan penyisiran, ada sekelompok orang berkumpul di ruko selatan Pasar Klitikan Semanggi.
"Pada jam 19.00 WIB, anggota kami melakukan pengecekan," kata Kapolresta.
"Saat diperiksa, sekelompok orang tersebut melakukan perlawanan dengan senjata tajam seperti pedang, samurai, celurit bahkan senpi softgun".
Dia menandaskan anggota kepolisian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga berhasil mengamankan 10 orang tersebut.
Kombes Ribut menambahkan, para pelaku sweeping yang ditangkap itu merupakan kelompok yang menggeruduk Rutan Klas IA Solo pada Kamis (10/1/2019) siang sehingga terjadi kericuhan.
"Setelah kami periksa, kami identifikasi, mereka ini adalah kelompok yang sering menimbulkan keresahan di masyarakat," kata Kombes Ribut.
"Ini adalah kelompok yang kemarin melakukan penyerangan kepada petugas di Rutan Klas IA Solo," paparnya.
Diketahui bahwa massa menggeruduk Rutan Kelas IA Kota Solo pada Kamis siang.
Massa yang diperkirakan berjumlah sekitar 100 orang tersebut datang mengendarai sepeda motor dan memakai masker berdatangan di depan Rutan Kelas IA Kota Solo.
Mereka langsung berteriak sembari mendesak untuk masuk rutan.
"Tidak ada negosiasi!" kata seorang yang ikut aksi, Kamis.
Massa yang datang berteriak lantang.
Mereka juga melarang awak media untuk meliput dan mengambil gambar.
"Tidak ada negosiasi!"
Beberapa anggota kelompok sempat bersitegang dengan polisi namun belum sampai terjadi baku hantam.
Menurut info yang berhasil dihimpun Tribun, kejadian bermula dari datangnya pembesuk pukul 09.30 WIB.
Pembesuk tersebut berjumlah sekitar 30 orang dan berniat untuk melihat seorang napi bernama Ichsan.
Namun, saat berada di dalam lapas, pembesuk dan beberapa narapidana bentrok. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penangkapan-pelaku-sweeping-di-solo.jpg)